Newsletter

Penurunan Suku Bunga: Ruang Terbuka, Waktu Dipersilakan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
18 June 2020 07:10
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan Rabu (17/6/20) bergerak variatif, seiring dengan bercampurnya sentimen pasar. Hari ini, semua pandangan tertuju pada Bank Indonesia (BI).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,03% ke 4.987,77 meski sempat mencoba menembus level psikologis 5.000. Data PT Bursa Efek Indonesia menyebutkan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 641 miliar di pasar reguler, dari total nilai transaksi bursa Rp 8,5 triliun.

Saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jual bersih Rp 153 miliar. Sebanyak 193 saham mengalami kenaikan harga, 212 saham terkoreksi, dan 177 sisanya stagnan.


Tertahannya penguatan IHSG terjadi setelah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan perekonomian global pada 2020 bakal terkontraksi lebih buruk dari perkiraan awal.

Ketegangan geopolitik juga menciutkan nyali pasar. Korea Selatan pada Rabu menyatakan takkan menerima perilaku ngawur Korea Utara (Korut). Pernyataan itu merespon keputusan Korut meledakkan kantor perwakilan kedua negara di perbatasan.

Di sisi lain, ketegangan di perbatasan India-China mengalami eskalasi drastis setelah terjadi baku tembak yang menewaskan tentara kedua belah pihak. Ini merupakan situasi tergawat di kawasan tersebut dalam 40 tahun terakhir.

Kondisi tersebut membuat rupiah melemah 0,04% di Rp 14.025/US$ di pasar spot, melansir data Refinitiv. Padahal Mata Uang Garuda sempat menguat 0,14% di Rp 14.000/US$.

Namun, harga obligasi rupiah pemerintah menguat terdorong sebagaimana tercermin dari empat seri acuan (benchmark), yakni FR0081 (bertenor 5 tahun), FR0082 (tenor 10 tahun), FR0080 (tenor 25 tahun) dan FR0083 (tenor 20 tahun).

Seri acuan yang paling menguat adalah FR0081 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 5,60 basis poin (bps) menjadi 7,184%. Besaran 100 bps setara dengan 1%. Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka yield turun, begitupun sebaliknya.

Dibuka Hijau, Wall Street Berakhir di Zona Merah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading