Was-was NPL Bengkak, Fitch Pangkas Rating Bank Danamon

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 June 2020 18:44
Bank  Danamon

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings menurunkan peringkat viabilitas rating (VR) atau kelangsungan hidup PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dari sebelumnya BB+ menjadi BB. Sedangkan, untuk peringkat nasional, Fitch mengafirmasi peringkat Bank Danamon dengan prospek (outlook) stabil.

Fitch menjelaskan, penurunan peringkat VR ini disebabkan pandemi Covid-19 yang menyebabkan Bank Danamon harus menghadapi ketatnya likuiditas akibat banyak nasabah yang mengajukan relaksasi kredit, sehingga berdampak pada tertekannya profitabilitas dan menurunnya kualitas aset.

Kemampuan debitur dalam membayar kredit yang melemah ini juga berpotensi meningkatnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perseroan.


"Kualitas aset dan profitabilitas bank akan berada di bawah tekanan yang signifikan imbas pandemi virus corona, tetapi permodalan Bank Danamon masih di atas rata-rata bank pesaing," tulis Fitch Ratings, dalam siaran pers, Senin (15/6/2020).

Namun demikian, Fitch menilai, dari sisi likuiditas, Bank Danamon masih akan mendapat sokongan dari perusahaan induk, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. "Ini untuk memastikan bahwa risiko ini tetap dapat dikelola oleh bank," urai Fitch.

Pada kuartal pertama tahun ini, Bank Danamon memiliki pangsa 2,4% dari total aset industri. Bank Danamon beroperasi di seluruh segmen pasar, baik ritel, UKM, dan korporat dan komersial.

Dari sisi perusahaan pembiayaan, masih ditopang oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance, yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan konsumen terbesar di Indonesia.

Perseroan mencatatkan rasio kredit bermasalah (NPL) 3,4% pada triwulan pertama tahun ini, meningkat dari posisi akhir 2019 sebesar 3%.

"Profitabilitas akan melemah akibat pendapatan yang lebih lemah dan biaya kredit yang lebih tinggi karena kualitas pinjaman memburuk, mengarahkan kami untuk menurunkan profitabilitas dan penghasilan titik tengah menjadi 'bb' dari 'bb+'," urai Fitch Ratings.

Sepanjang tahun lalu, setelah dimerger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP), laba BDMN hanya naik tipis. Berdasarkan laporan keuangan Danamon konsolidasi laba bersih tercatat naik 3,25% menjadi Rp 4,24 triliun dari Rp 4,1 triliun pada 2018.

Tipisnya kenaikan laba bersih disebabkan oleh turunnya pendapatan komisi dan administrasi sepanjang 2019 sebesar 3,5% menjadi Rp 2,01 triliun dibandingkan 2018 senilai Rp 2,08 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik tipis 2,52% menjadi Rp 14,82 triliun dari Rp 14,45 triliun pada 2018.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading