IHSG Jeblok di Awal Pekan, Asing Kepincut Borong 5 Saham Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
15 June 2020 17:03
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah, melemah 1,31% di posisi 4.816,34 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (15/6/2020). Sebanyak 158 saham tercatat naik, sementara 288 saham anjlok, dan 126 saham stagnan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp 8 triliun. Investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 712,02 miliar di semua pasar, terbesar di pasar reguler Rp 565,98 miliar.

Padahal, selama perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertingginya 4.918 dan sempat terendah di 4.809. Namun tekanan bursa regional Asia yang cukup tinggi akibat kekhawatiran pandemi Covid-19 membuat pasar saham Asia juga kelabakan.


Data perdagangan mencatat, Nikkei 225 ditutup minus 3,47%, Hang Seng ambles 2,16%, Shanghai Composite minus 1,02% dan Straits Times Singapura terkoreksi hingga 2,64%.

Selain itu bursa AS, Wall Street, sepekan lalu juga melemah kendati ditutup positif pada Jumat (12/6/2020). Namun tadi pagi waktu Indonesia, indeks berjangka (futures) Dow Jones terkoreksi hingga 250 poin.

Analis memandang penurunan indeks berjangka mengikuti koreksi besar yang dicatatkan indeks utama Wall Street sepekan lalu yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran adanya virus gelombang kedua serta aksi ambil untung investor setelah pasar saham reboundbesar-besaran.

"Rebound pasar mungkin perlu jeda, karena sentimen telah berubah terlalu cepat terlalu cepat," kata Ed Yardeni, Presiden dan Kepala Strategi Investasi di Yardeni Research, dilansir CNBC International, Senin (15/6/2020).

Kendati hari ini IHSG minus dan asing tercatat melakukan jual bersih, ternyata masih ada saham-saham yang diborong asing cukup besar hari ini, terutama sektor konsumer dan ritel. Sementara saham-saham bank dilepas asing.

5 Saham yang Banyak Diborong Asing:

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Saham INDF dibrorong Rp 30,76 miliar, dengan harga saham naik 1,64% di level Rp 6.200/saham. Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 116,98 miliar dan volume perdagangan 18,8 juta saham.

2. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Saham anak usaha INDF ini juga dibeli asing hingga Rp 14,75 miliar, sahamnya naik 1,16% di posisi Rp 8.700/saham. Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 106,3 miliar, dan volume perdagangan 12,19 juta saham.

3. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Saham pabrikan rokok ini naik 2,44% di posisi Rp 48.350/saham. Asing masuk hari ini Rp 7,97 miliar, dengan nilai transaksi Rp 62,61 miliar dan volume perdagangan 1,3 juta saham.

4. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)

Saham peritel fashion ini malah minus 0,83% di level Rp 595/saham, padahal asing masuk Rp 5,14 miliar. Nilai transaksi hari ini Rp 27,15 miliar dan volume perdagangan 44,09 juta saham.

5. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Saham pengelola jalan tol ini dibeli asing Rp 4 miliar, sahamnya minus 2,26% di posisi Rp 3.890/saham. Nilai transaksi hari ini Rp 48,9 miliar dan volume perdagangan 12,42 juta saham.

Salah satu sentimen saham-saham properti, ritel, dan mal ialah pembukaan kembali operasional mal di DKI Jakarta mulai 15 Juni ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka operasional pusat perbelanjaan atau mal dan pasar non-pangan dan membuat lega para pengusaha mal yang sudah tertekan sejak pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memaksa mereka untuk membatasi operasional mal-nya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pusat perbelanjaan tersebut akan dibuka mulai 15 Juni 2020 mendatang setelah pekan lalu mulai menerapkan masa transisi dari PSBB ke kenormalan baru (new normal).

"Pusat perbelanjaan atau mal dan pasar yang non-pangan, baru bisa dimulai pada hari Senin tanggal 15 Juni," ujar Anies, di Balai Kota, Selasa (4/06/2020) lalu.

Adrianto P Adhi, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) bahkan mengatakan dengan pulihnya sektor properti dan mal, akan menggairahkan kembali setidaknya 175 industri turunan (pendukung) dari sektor properti.

"Industri ini [properti] yang didukung 175 industri ikutan, sehingga dengan pulihnya sektor ini maka 175 industri ikutan itu bisa pulih juga, sehingga industri properti bisa menjadi lokomotif perekonomian," kata Adrianto, dalam dialog dengan CNBC Indonesia.

Di sisi lain, pada Senin ini, saham-saham yang paling banyak dijual asing (net sell) yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 215,36 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 85,22 miliar.

Saham-saham bank juga dilego asing seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 25,55 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 19,81 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 116,49 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading