Top! 10 Emiten RI Masuk ASEAN Asset Class, Sahamnya Oke?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
11 June 2020 08:05
Ilustrasi Bursa, Pergerakan Layar IHSG di Gedung BEI Bursa Efek Indonesia  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa ini melaporkan ada 10 perusahaan tercatat (emiten) di bursa nasional yang masuk dalam kategori 'ASEAN Asset Class' dari total 100 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di setiap negara ASEAN (Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam) pada 2019.

Penilaian itu berdasarkan kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang juga hasil kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).

ACGS adalah inisiatif mengenai tata kelola perusahaan dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam rencana implementasi ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang diselenggarakan untuk mempromosikan ASEAN sebagai aset berkelas dan meningkatkan kepercayaan investor global atas kualitas perusahaan di regional ASEAN.


Berdasarkan hasil penilaian ACGS Tahun 2019, terdapat 10 emiten yang masuk dalam kategori 'ASEAN Asset Class' dengan urutan alfabetis yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Berikutnya PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dengan nilai tertinggi dan masuk dalam kategori "Top 3 Indonesia Publicly Listed Companies (PLCs)" yaitu Bank CIMB Niaga, Bank BTN, dan Bank BRI.

Selain itu, terdapat 3 emiten di luar dalam kategori "ASEAN Asset Class", yang berhasil meningkatkan skornya secara signifikan (Significantly Improved PLCs) , yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

CG Experts Indonesia, 2020Foto: CG Experts Indonesia, 2020
CG Experts Indonesia, 2020

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan ASEAN Corporate Governance Scorecard ini, serta rangkaian rencana kerja sama yang akan dilaksanakan bersama dengan OJK, RSM Indonesia, dan ADB kepada emiten ke depannya, di antaranya dalam bentuk capacity building dan recognition.

Hal ini dilakukan agar dapat mengoptimalkan kinerja emiten di Indonesia, sehingga skalanya meningkat setara dengan kualitas perusahaan tercatat di ASEAN dan internasional.

"Selain itu, penerapan Good Corporate Governance disertai pengungkapan informasi yang baik, dapat memberikan investor informasi yang komprehensif dari Perusahaan Tercatat, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan global untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia," kata Gede, dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (10/6/2020).

Dalam hasil pemeringkatan ASEAN Asset Class ini, masing-masing negara ASEAN menunjuk Domestic Ranking Bodies (DRB) dan Corporate Governance Expert (CG Expert) untuk melakukan assessment terhadap perusahaan di ASEAN berdasarkan kriteria ACGS dan sesuai dengan informasi pada tahun buku yang berakhir pada tahun 2018.

Lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard adalah hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi.

Dari sisi harga saham, kinerja saham semua emiten yang masuk ASEAN Asset Class ini belum pulih sejak awal tahun hingga perdagangan Rabu kemarin (10/6/2020) atau year to date.

Pergerakan harga saham 10 emiten

NO

EMITEN

RP/SAHAM

1 HARI (%)

YTD (%)

1

BNGA

740

-3,27

-23,32

2

BBTN

1.090

-6,84

-48,58

3.

BBRI

3.030

-5,61

-31,14

4.

ANTM

595

-2,46

-29,17

5.

BMRI

4.910

-6,92

-36,03

6.

BBCA

29.000

-0.09

-13,24

7.

BNLI

1.260

+0,40

-0,40

8.

JSMR

3.900

-4,18

-24,64

9.

EXCL

2.640

-0,38

-16,19

10.

BNII

161

-3,01

-21,84

Data BEI, per sesi II 10 Juni 2020

Pada perdagangan Rabu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup terkoreksi hingga 2,27% di posisi 4.920,68. Nilai transaksi harian tembus Rp 10,98 triliun, dengan 112 saham naik, 343 saham ambles, dan 126 saham stagnan.

Secara year to date, IHSG minus 21,89% dan sepekan terakhir indeks turun 0,41%. Asing kemarin melego saham-saham di BEI senilai Rp 517 miliar di pasar reguler dan year to date asing kabur Rp 25,78 triliun.

[Gambas:Video CNBC]




(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading