10 Emiten RI Masuk ASEAN Asset Class, Sahamnya Gimana?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 June 2020 17:21
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC IndonesiaBursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 10 perusahaan tercatat (emiten) di bursa nasional yang masuk dalam kategori 'ASEAN Asset Class' dari total 100 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di setiap negara ASEAN (Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam) pada 2019.

Penilaian itu berdasarkan kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang juga hasil kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).

ACGS adalah inisiatif mengenai tata kelola perusahaan dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam rencana implementasi ASEAN Capital Market Forum (ACMF) yang diselenggarakan untuk mempromosikan ASEAN sebagai aset berkelas dan meningkatkan kepercayaan investor global atas kualitas perusahaan di regional ASEAN.


Berdasarkan hasil penilaian ACGS Tahun 2019, terdapat 10 emiten yang masuk dalam kategori 'ASEAN Asset Class' dengan urutan alfabetis yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Berikutnya PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dengan nilai tertinggi dan masuk dalam kategori "Top 3 Indonesia Publicly Listed Companies (PLCs)" yaitu Bank CIMB Niaga, Bank BTN, dan Bank BRI.

Selain itu, terdapat 3 emiten di luar dalam kategori "ASEAN Asset Class", yang berhasil meningkatkan skornya secara signifikan (Significantly Improved PLCs) , yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

CG Experts Indonesia, 2020Foto: CG Experts Indonesia, 2020

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan ASEAN Corporate Governance Scorecard ini, serta rangkaian rencana kerja sama yang akan dilaksanakan bersama dengan OJK, RSM Indonesia, dan ADB kepada emiten ke depannya, di antaranya dalam bentuk capacity building dan recognition.

Hal ini dilakukan agar dapat mengoptimalkan kinerja emiten di Indonesia, sehingga skalanya meningkat setara dengan kualitas perusahaan tercatat di ASEAN dan internasional.

"Selain itu, penerapan Good Corporate Governance disertai pengungkapan informasi yang baik, dapat memberikan investor informasi yang komprehensif dari Perusahaan Tercatat, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan global untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia," kata Gede, dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (10/6/2020).

Dalam hasil pemeringkatan ASEAN Asset Class ini, masing-masing negara ASEAN menunjuk Domestic Ranking Bodies (DRB) dan Corporate Governance Expert (CG Expert) untuk melakukan assessment terhadap perusahaan di ASEAN berdasarkan kriteria ACGS dan sesuai dengan informasi pada tahun buku yang berakhir pada tahun 2018.

Lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard adalah hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi.

Lantas bagaimana dengan kinerja saham ke-10 emiten ini pada penutupan perdagangan Rabu ini?

Pergerakan harga saham 10 emiten

 

NO

EMITEN

RP/SAHAM

1 HARI (%)

YTD (%)

1

BNGA

740

-3,27

-23,32

2

BBTN

1.090

-6,84

-48,58

BBRI

3.030

-5,61

-31,14

ANTM

595

-2,46

-29,17

BMRI

4.910

-6,92

-36,03

6

BBCA

29.000

-0.09

-13,24

7

BNLI

1.260

+0,40

-0,40

8

JSMR

3.900

-4,18

-24,64

9.

EXCL

2.640

-0,38

-16,19

10.

BNII

161

-3,01

-21,84

Data BEI, per sesi II 10 Juni 2020

 

[Gambas:Video CNBC]

 

 


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading