OJK Finalisasi Rights Issue Bukopin, Begini Gerak Saham BBKP

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 June 2020 10:39
Gedung Bank Bukopin

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menyatakan perseroan masih membahas terkait dengan rencana pengembangan bisnis bank ke depan bersama dengan KB Kookmin dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tengah rencana penawaran umum terbatas atau rights issue yang dilakukan perseroan.

"Terkait dengan rencana KB Kookmin menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin, kami memang telah membahas hal tersebut [rencana bisnis] dengan KB Kookmin dan OJK, namun prosesnya masih berjalan sesuai dengan ketentuan," kata Meliawati, Sekretaris Perusahaan Bukopin, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2020).

Dia mengatakan perseroan memang dalam proses penambahan modal melalui penawaran umum terbatas (PUT) V dengan dokumen pendaftaran saat ini masih dalam kajian final di OJK, sesuai dengan keterbukaan informasi persero pada 14 Mei silam.


Di tengah proses ini, harga saham BBKP di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau turun 3,26% pagi ini, Selasa (9/6/2020), pukul 10.16 WIB. Nilai transaksi sebesar Rp 13 miliar dengan volume perdagangan 72,04 juta saham.

Dalam sepekan terakhir, saham BBKP melesat 19,46%, dan sebulan terakhir naik 23,45%. Namun secara tahun berjalan atau year to date sahamnya turun 20,09% seiring dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode tersebut sebesar 18,72%.

Terkait dengan rights issue atau penerbitan saham baru BBKP ini, OJK akan segera memproses rencana Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali Bukopin. Hal ini diungkapkan oleh OJK setelah menerima informasi keduanya telah mencapai kesepakatan dengan calon investor yaitu Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

"Kami mendukung rencana tersebut dan akan segera memproses penyesuaian kepemilikan PT Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan," tulis OJK dalam siaran pers yang disampaikan oleh Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, Senin (18/05/2020).

Selain itu diperlukan penguatan aspek permodalan dan likuiditas oleh pemegang saham ataupun investor agar Bank Bukopin dapat meningkatkan kesehatan bank dan menjaga kestabilan sistem keuangan.

KB Kookmin Bank akan menambah modal ke Bank Bukopin melalui Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) atau rights issue yang rencananya dilaksanakan pada akhir semester I Tahun 2020.

Sebelumnya, Bank Bukopin tengah mendiskusikan detail terkait dengan implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank. Dari aksi korporasi ini, Bank Bukopin berharap dapat memperkuat struktur permodalannya untuk dapat menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.

Masuknya tambahan modal dari KB Kookmin Bank ini diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan segmen konsumer, yang ditopang dengan pengembangan digital banking ke depannya.

KB Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan kepemilikan saham 22%. Bank yang menjadi grup finansial terbesar di Korea Selatan itu menjadi stand by buyer pada Penawaran Umum Terbatas IV Bank Bukopin pada 2018.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading