Auric Jadi Pemegang Saham Matahari, Setor Duit Berapa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
08 June 2020 07:02
Karyawan mengangkat papan Bazar Matahari di Kawasan Mall Blok M, Jakarta, Selasa, 24/3. Patuhi social distancing, sejumlah tenant di mal Jakarta tutup sementara. sebagai salah satu upaya pencegahan penularan dan penyebaran virus corona tipe baru. Penutupan sementara berlangsung mulai Senin kemarin. Salah satu tenant Bazar Matahari ini mulai berkemas-kemas untuk menaruh barangnya di gudang. Pantauan CNBC Indonesia lokasi tenant yang berada di lantai 1 Mall Blok M ini tadinya menjajakan dagangannya seperti pakaian dan sepatu yang dijual secara diskon. Karyawan penjaga Bazar Matahari yang tidak mau disebutkan namanya

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten peritel fashion Grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari mengumumkan susunan baru dewan komisaris perseroan, dan menyambut salah satu komisaris baru yaitu Monish Mansukhani yang merupakan perwakilan dari Greater Universal.

Dengan demikian resmi sudah Matahari memiliki pemegang saham baru selain Grup Lippo yakni Greater Universal, anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya secara tidak langsung oleh Auric Capital. Mansukhani menjabat Deputy CEO Auric Pacific.

Greater Universal akan memiliki sedikit di atas 5% atas saham Matahari, setelah dilakukannya penurunan modal saham, tergantung kepada persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Auric Capital adalah perusahaan yang berbasis di Singapura, yang merupakan investor aktif di sektor konsumen dan dipimpin oleh Andy Adhiwana, menantu Direktur Eksekutif Lippo Group dan Lippo China Resources Limited, Stephen Riady. Auric fokus pada investasi bisnis konsumen di Asia Tenggara.


Hanya saja tidak disebutkan berapa besar nilai investasi Auric dan detail dibeli dari pemegang saham yang mana.

Mengacu data laporan keuangan per Desember 2019, jumlah saham beredar LPPF mencapai 2.804.883.280 saham. Dengan asumsi 5% dari jumlah itu adalah 140.244.164 saham, dan mengacu harga saham LPPF per Jumat pekan lalu (5/6/2020) di level Rp 1.600/saham, maka nilai saham Auric diperkirakan Rp 224 miliar.

John Bellis, Presiden Komisaris Independen Matahari, menyampaikan investasi ini merupakan investasi Auric Capital perdana di Indonesia dan perseroan menyambut baik bahwa investor tersebut mempercayai kekuatan merek, inisiatif dan tim manajemen Matahari.

"Kami sangat gembira
menyambut Bapak Monish Mansukhani, dan juga Auric Capital sebagai pemegang saham. Auric Capital memiliki reputasi yang kuat sebagai investor jangka panjang yang dapat memberikan nilai tambah, terutama di sektor konsumen, dengan memberikan analisa kritikal dan masukan strategis atas status usaha dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja jangka panjang," katanya, dalam siaran pers, dikutip Senin (8/6/2020).

Sebagai informasi, per Desember 2019, mengacu data laporan keuangan, ada tiga seri saham LPPF. S
aham Seri A dipegang PT Multipolar Tbk (MLPL) 0,04% dan investor publik 0,01%. Saham Seri B dimiliki Multipolar 1,57%, dan publik 0,27%, sementara seri C dipegang Multipolar 16,57%, John Riady (komisaris) 0,00%, dan investor publik 78%.

"Matahari memiliki posisi yang kuat untuk semakin meningkatkan
posisinya sebagai pemimpin pasar untuk mengkapitalisasi meningkatnya tren konsumen di Indonesia," kata Mansukhani. 

"Tim manajemen yang baru memiliki kemampuan pelaksanaan yang kuat untuk mewujudkannya di tengah kesempatan pasar saat ini. Saya senang dapat bekerja sama dengan para komisaris dan direksi p
erseroan untuk mendukung bisnis Matahari mencapai potensi penuhnya," jelasnya.

Pada Januari lalu, Matahari juga mengangkat 
Terry O' Connor sebagai CEO. O'Connor juga diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 4 Juni lalu. Sebelumnya O'Connor menjabat sebagai Regional CEO Courts Asia, 26 tahun memimpin transformasi strategis atas solusi penjualan, omni-channel dan ekspansi geografis.

Selain itu, RUPST pada 4 Juni lalu itu juga telah memberikan persetujuan atas laporan direksi atas jalannya usaha dan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2019
.

Direksi melaporkan bahwa perseroan mencatat
penjualan kotor sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 18,0 triliun, naik 0,9% dari Rp 17,9 triliun di 2018.

Pendapatan bersih konstan di Rp 10,3 triliun. Adapun laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 25% dari laba bersih setelah penurunan nilai investasi di tahun 2018 Rp 1,09 triliun.

Berikut susunan pengurus Matahari per 4 Juni hasil RUPST:


Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Independen : John Bellis
Wakil Presiden Komisaris Independen: Roy Nicholas Mandey
Komisaris: Monish Manohar Mansukhani (baru)
Komisaris: Adrian Suherman

Direksi
Presiden Direktur: Bunjamin Jonatan Mailool
Wakil Presiden Direktur Independen: Terence Donald O'Connor (baru)
Direktur Independen : Niraj Jain (baru)
Direktur Independen :Irwin Abuthan (baru)




[Gambas:Video CNBC]




(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading