Anies Longgarkan PSBB DKI, IHSG Bisa Tembus 5.100

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
04 June 2020 13:58
Anies Baswedan, Konferensi Pers Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta. Ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar modal tampaknya merespons positif langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melonggarkan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan kebijakan yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta akan berdampak positif bagi pasar saham dan bisa mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.100.

"Ini akan lebih bagus [untuk pasar saham], kalau kita dengarkan penjelasan dari Bapak Anies ada kemungkinan dan peluang mal-mal akan kembali dibuka dengan standar protokol yang lebih ketat," Fendi, saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (04/06/2020).



Mantan Vice President Head, Treasury and Private Client Centre PT BNI Sekuritas ini mengatakan, langkah Anies ini memberikan dampak positif bagi ekonomi karena pusat-pusat perbelanjaan mulai kembali dibuka. Hal ini juga akan menjadi sentimen positif bagi saham-saham dari sektor barang konsumsi.

Fendi memperkirakan IHSG berpotensi ke level 5.100. "Level 5.100 itu tampaknya sudah mulai dekat. Sesi II IHSG bisa ke 5.000," kata Founder dan CEO Finvesol Consulting ini.

Siang tadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pelonggaran PSBB bisa dilakukan, mengacu pada 3 indikator.

Anies menuturkan, angka effective reproduction number (Rt) Covid-19 terus menunjukkan penurunan. "Rt di Jakarta turun terus, ada di angka 0,99 per hari ini. Parameter-parameter juga menunjukkan angka yang baik," kata Anies dalam siaran langsung di Channel Youtube Pemprov DKI, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, angka R-naught di wilayah pandemi harus di bawah 1. Karena jika di atas 1 itu maka wabah bisa terus berkembang.

"Sedangkan R di bawah nol itu bisa terkendali. Ini kerja kita semua. Jakarta menunjukkan tanda positif. Tapi itu belum selesai, kita tak mau satu ukuran," tutur Anies.


Sementara, Anies juga menunjukkan 3 indikator lainnya yakni indikator Epidemiologi, Kesehatan Publik dan Fasilitas Kesehatan. "Ketiganya nilainya 76. Bila nilainya di atas 70 maka PSBB bisa dilonggarkan secara bertahap tapi tetap waspada," papar Anies lebih jauh.

Dalam dokumen yang disampaikan Anies, soal jadwal pembukaan transisi fase I, bahwa pasar dan pusat perbelanjaan sudah bisa dibuka bertahap pada pekan ketiga Juni 2020, dan beroperasi dengan kapasitas hanya 50% untuk Senin-Jumat.

Selain itu disebutkan bahwa pertokoan/retail/showroom dan lainnya yang berdiri sendiri atau stand alone sudah bisa dilakukan pembukaan pada pekan kedua Juni 2020 selama 8-14 Juni 2020. Namun, hanya bisa dibuka 50% dari kapasitas dari periode Senin-Jumat.

Anies mengatakan ini masih tahap fase awal, yang akan dievaluasi. "kegiatan ekonomi prinsipnya sama jumlah peserta harus 50% dari kapasitas," kata Anies.

Anies juga memberi catatan jadwal ini tidak berlaku di mal atau pusat belanja yang berada di zona merah.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan secara prinsip pihaknya sudah siap untuk membuka kembali mal. APPBI sudah punya ancar-ancar tanggal kapan mal akan buka, tapi ia belum berani berspekulasi.

"Kita siap-siap saja," katanya.

Pada pembukaan sesi II, data BEI mencatat, IHSG naik 0,85% di level 4.982 dengan 242 saham menguat, 148 saham turun, dan 151 saham stagnan. Nilai transaksi harian mencapai Rp 6,92 triliun.

[Gambas:Video CNBC]




(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading