Dow Futures Melemah Jelang Konpers Trump Sikapi UU Hong Kong

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
29 May 2020 19:30
Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., October 4, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (29/5/2020) melemah, jelang pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai peluang sanksi terhadap China.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average turun dan mengindikasikan bahwa indeks acuan bursa utama nasional tersebut bakal melemah hingga 80 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq-100 juga tertekan, sebesar 0,2%.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menggelar konferensi pers hari ini dengan agenda mengenai "China" dan pasar memperkirakan perseteruan kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia tersebut akan makin meninggi.


Gedung Putih beberapa pekan terakhir menuduh Beijing bersalah terkait pandemi corona terutama setelah undang-undang baru tentang keamanan di Hong Kong diberlakukan yang dituding memberangus gerakan pro-demokrasi yang didukung AS.

Perencana investasi JPMorgan Marko Kolanovic, yang mempediksi pasar akan pulih pada Maret, pada Kamis berubah sikap dengan lebih berhati-hati menyikapi peluang perang ekonomi antara AS dan China ronde kedua.

"Kejatuhan penuh rantai suplai dan perdagangan internasional, terutama antara kedua ekonomi terbesar (AS dan China), akan menjustifikasi perdagangan bursa saham yang melemah drastis," tulisnya dalam laporan riset, yang dikutip CNBC International.

Pada Kamis, Dow Jones ditutup turun 150 poin, atau 0,6%, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq tertekan masing-masing sebesar 0,2% dan 0,5%. Namun secara mingguan, Dow Jones dan S&P 500 terhitung masih naik lebih dari 2,7% sedangkan Nasdaq menguat 0,5%.

Selain memantau Trump, pelaku pasar juga mencermati pernyataan bos bank sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell yang akan berpidato di Universitas Princeton pukul 11:00 waktu setempat.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading