Produksi Dipangkas Lagi, Harga Minyak Terbang Pagi Ini

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
26 May 2020 09:46
FILE PHOTO: A maze of crude oil pipes and valves is pictured during a tour by the Department of Energy at the Strategic Petroleum Reserve in Freeport, Texas, U.S. June 9, 2016.  REUTERS/Richard Carson/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah untuk kontrak yang ramai diperdagangkan melesat hari ini. Komitmen Rusia dan produsen minyak lainnya diiringi dengan pembukaan lockdown di beberapa negara menjadi sentimen yang positif untuk harga emas hitam pagi ini.

Selasa (26/5/2020), harga minyak mentah melesat lebih dari 1%. Harga minyak mentah acuan internasional Brent naik 1,27% ke US$ 35,98/barel, sementara di saat yang sama harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) yakni West Texas Intermediate (WTI) melesat lebih tinggi dengan kenaikan sebesar 2,53% ke US$ 34,09/barel.






Kali ini penguatan di pasar didukung oleh komentar dari Rusia yang melaporkan produksi minyaknya yang turun hampir mendekati target 8,5 juta barel per hari (bpd) untuk periode Mei dan Juni.

Hal ini menunjukkan komitmen Rusia sebagai salah satu produsen minyak global untuk mendukung kesepakatan yang diambil Arab dan produsen lainnya (OPEC+) untuk menaikkan harga minyak yang sudah jatuh 45% di sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, rencana Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait selaku anggota OPEC untuk memangkas produksi lebih besar lagi secara sukarela pada Juni nanti juga jadi faktor yang membuat fundamental komoditas ini membaik dari sisi pasokan.

"Jelas rencana pemangkasan itu telah berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan," kata Daniel Hynes, ahli strategi komoditas senior di ANZ Bank, melansir Reuters.

Negara-negara anggota OPEC+ dijadwalkan akan bertemu lagi pada awal Juni untuk membahas tentang kemungkinan mempertahankan pemangkasan pasokan mereka guna menopang harga. Para kartel minyak tersebut sebelumnya menyepakati untuk memangkas output hingga 9,7 juta bpd untuk bulan Mei dan Juni pada April lalu.

Di sisi lain, pelonggaran lockdown di berbagai negara membuat prospek permintaan minyak membaik. Negara-negara Eropa seperti Perancis dan Jerman secara bertahap mulai membuka kembali ekonominya.


Pembukaan kembali secara bertahap di Perancis dan Jerman adalah sebuah tonggak bersejarah dan diharapkan akan menjadi awal dari pemulihan ekonomi pasca lockdown. Pada hari Minggu, gereja-gereja di Prancis mulai mengadakan misa pertama setelah dua bulan ditutup.

Beberapa pembatasan lockdown di Perancis mulai dicabut 11 Mei sebagai bagian dari pembukaan bertahap. Rencananya, pada pembukaan fase 2, kafe dan bar di "zona hijau" dengan risiko transmisi yang rendah di negara itu dijadwalkan untuk dibuka kembali pada 2 Juni nanti.

CNBC International melaporkan, pelonggaran lockdown di Jerman dimulai pada minggu pertama bulan Mei. Semua toko diizinkan untuk kembali buka ketika kasus Covid-19 mulai stabil.

Sementara itu di Jepang, Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan pada hari Senin (25/5/2020) bahwa keadaan darurat akan dicabut di lima dari 47 prefektur negara tersebut, mengacu pada siaran berita stasiun televisi NHK.

Pembukaan kembali ekonomi memunculkan harapan perbaikan pemintaan minyak yang anjlok dalam akibat pembatasan mobilitas publik untuk menekan penyebaran virus corona. Hal ini tak luput mendapat sorotan dari Kementerian Energi Rusia.

Pada Senin Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan kenaikan permintaan bahan bakar akan membantu mengurangi surplus global yang saat ini terjadi sekitar 7-12 juta bpd pada Juni atau Juli nanti.

Perbaikan fundamental pasar minyak baik dari sisi permintaan maupun pasokan jadi pemicu utama harga minyak mentah mulai terbang memasuki bulan Mei ini.


[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading