Internasional

Alert! Jepang Masuk Jurang Resesi

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
18 May 2020 07:44
Japan's Prime Minister Shinzo Abe gestures during a press conference at the prime minister's official residence Tuesday, April 7, 2020, in Tokyo. Abe declared a state of emergency for Tokyo and six other prefectures to ramp up defenses against the spread of the coronavirus. (Tomohiro Ohsumi/Pool Photo via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang terjun ke dalam resesi pertama sejak 2015 karena corona (COVID-19). Dari data resmi Senin (18/5/2020), ekonomi terbesar ketiga dunia itu berkontraksi -0,9% pada kuartal-I 2020 (quartal-to-quartal/qtq)

Penurunan produk domestik bruto (PDB) di kuartal ini mengikuti pertumbuhan -1,9% di kuartal-IV tahun 2019 lalu. Tahun lalu ekonomi Jepang terhantam kenaikan pajak dan bencana topan.




Konsumsi swasta turun 0,7%. Sementara belanja modal turun 0,5% dan eskpor turun 6,0%.

Meski demikian, hasil ini lebih baik dari perkiraan ekonom. Sebelumnya kontraksi diperkirakan -1,1%.

Dengan data ini Jepang memenuhi defisnisi resesi teknis. Meski resesi sebenarnya biasanya lebih mengarah pada pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun.

Sementara secara year on year/yoy, ekonomi berkontraksi -3,4% pada kuartal ini. Sebelumnya di Oktober-Desember 2019, ekonomi turun 7,3%.

Jepang mencatat kasus COVID-19 mencapai 16 ribu orang dengan total 750 kematian. Pemerintah berjanji memberikan setiap warga 100 ribu yen (US$ 930) sebagai bantuan mengurangi dampak corona.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading