Internasional

Rekor, Ekonomi Inggris Terkontraksi 5,8% karena Corona

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 May 2020 17:41
People cross the Millennium Bridge in London, Tuesday March 17, 2020. British authorities ramped up public health measures Monday, telling people who are in the groups considered most vulnerable to severe COVID-19 illness to stay at home for three months. For most people, the virus causes only mild or moderate symptoms, such as fever and cough. For some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness, including pneumonia. (Jonathan Brady/PA via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi corona (COVID-19) menyebabkan masalah bagi ekonomi Inggris. Bahkan di Maret 2020 ini, ekonomi negara kerajaan itu terkontraksi -5,8%.

Ini membuat PDB Inggris di kuartal I-2020 terkontraksi -2% dari kuartal sebelumnya di 2019 (QoQ). Data terbaru ini merupakan penurunan QoQ terburuk meski lebih baik dari prediksi ekonom Reuters sebelumnya -2,5%.




Inggris juga mencatat penurunan lebih sedikit dibanding PDB Zona Euro, secara general. Di mana di Januari hingga Maret 2020, PDB jatuh 3,8%.

"Kecepatan dan skala di mana corona menghantam ekonomi Inggris belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kepala Ekonomi di British Chambers of Commerce (Kamar Dagang Inggris), Suren Thiru.

"Penurunan Q1 kemungkinan akan diikuti kontraksi lebih lanjut dalam kegiatan ekonomi di Q2."

Pekan lalu, Bank of England mengatakan ekonomi kerajaan dapat menuju penurunan tahunan paling tajam dalam lebih dari 300 tahun terakhir. Namun ekonomi bisa mengalami kenaikan 15% pada tahun 2021.

Virus corona membuat Inggris melakukan penguncian wilayah (lockdown). Aktivitas masyarakat juga sangatlah terbatas.

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading