Ibu Menyusui Positif Covid-19, Apakah Bisa Memberikan ASI?

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
13 May 2020 12:03
Katrina Javier prepares to breastfeed her 10-day-old twins Rain Nicolai, right, and Rain Nicole at the
Jakarta, CNBC Indonesia - Pademi Virus Corona (COVID-19) telah mengubah cara hidup mayoritas orang di dunia guna mencegah penularan. Mulai dari memakai masker, cuci tangan rutin, hingga menjaga jarak.

Namun, masih banyak pertanyaan di masyarakat guna mencegah penularan COVID-19, seperti amankah menyusui anak ketika Pandemi belum berakhir? Pertanyaan ini menjadi salah satu yang banyak ditanyakan seorang ibu kepada petugas kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak menyatakan jika hingga saat ini, belum terdeteksi ada ASI yang mengandung virus Corona, meskipun ibu-nya terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, nampaknya Covid-19 tidak dapat ditularkan dari aktivitas menyusui atau memberi ASI dari ibu ke anak.


Meski demikian, penelitian terus dilakukan untuk menguji ASI dari ibu yang positif atau diduga terinfeksi Covid-19.


Kasubdit Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kominfo, Marroli J. Indarto, mengatakan menyusui dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan kesehatan jangka panjang serta manfaat tumbuh kembang neonatus dan bayi. Menyusui juga meningkatkan kesehatan ibu.

"Artinya, karena penularan virus corona melalui ASI belum terbukti, tidak ada alasan untuk menghindari atau berhenti menyusui," ujar Marroli.

Namun saat menyusui, seorang ibu harus tetap menerapkan langkah-langkah kebersihan yang tepat, termasuk menggunakan masker medis jika tersedia untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet.

Jika seorang ibu positif atau diduga terinfeksi, ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol, terutama sebelum menyentuh bayinya. Menggunakan masker medis untuk menyusui dan mengikuti aturan terkait bagaimana mengganti, menggunakan dan melepas masker.

Kemudian saat batuk atau bersin, gunakan tisu dan segera membuangnya lalu mencuci tangan. Secara teratur pastikan melakukan pembersihan dengan desinfektan secara berkala di area permukaan dan sekitarnya.

WHO dan Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak memberikan alternatif terbaik untuk ibu menyusui bayi yang baru lahir atau bayi usia muda dengan beberapa cara. Pertama ASI perah yang dianjurkan menggunakan tangan. Memerah menggunakan pompa mekanik hanya jika diperlukan. Bagi Ibu menyusui dan siapapun yang membantu harus menjaga kebersihan diri dan juga kebersihan alat.

Alternatif lainnya dengan donor ASI bisa dilakukan jika ibu tidak mungkin memerah ASI, sementara ibunya sedang dalam masa pemulihan. Jika ASI perah dan donor tidak memungkinkan bisa diberikan melalui Ibu susu (dengan ketentuan yang ada) serta susu formula bayi dengan memastikan kelayakan, persiapan dan aman.


Pesan-pesan bagi seorang Ibu yang ingin menyusui namun takut menularkan Covid-19 ke anaknya antara lain hingga saat ini Covid-19 tidak terdeteksi di dalam ASI dari ibu yang positif. Selanjutnya neonatus dan bayi memiliki resiko rendah terkena infeksi Covid-19. Diantara beberapa kasus terkonfirmasi pada anak-anak, kebanyakan hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

Menyusui dengan kontak kulit ke kulit secara signifikan mengurangi risiko kematian pada bayi baru lahir dan bayi usia muda. Hal ini juga memberikan manfaat kesehatan dan pertumbuhan pada bayi dengan segera. Menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium pada ibu.
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading