Efek Covid-19

Dampak Corona, Mattel Produsen Barbie Tekor Rp 3 T di Q1

Market - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
06 May 2020 13:31
barbie batik

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah virus corona perlahan mematikan hampir seluruh industri yang tersebar di berbagai belahan dunia. Mattel Inc, perusahaan asal California, AS, yang memproduksi mainan Barbie dan Thomas & Friends ini melaporkan kerugian mencapai US$ 210,7 juta di kuartal pertama tahun ini.

Nilai kerugian pada 3 bulan pertama tahun ini setara dengan Rp 3,27 triliun, asumsi kurs Rp 15.500/US$.

Adapun pendapatan perusahaan yang didirikan Elliot Handler dan Harold Matson pada 1945 ini turun 13,8% menjadi US$ 594,1 juta atau sekitar Rp 9,21 triliun akibat penutupan sejumlah gerai perusahaan.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Mattel menyebutkan, lini bisnis manufaktur dan distribusi sebagian besar sudah dipulihkan, termasuk di pusat produksi mainan di China. Sebelumnya beberapa kegiatan produksi, termasuk di China, dibekukan pada awal tahun saat muncul wabah Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China.


Selain boneka Barbie, perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Nasdaq ini juga memproduksi mobil Hot Wheels, Matchbox (papan permainan yang populer di awal 1980-an) dan merilis video game.

Di lini bisnis penjualan mainan Hot Wheels, perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan tipis, hanya 1%. Tetapi penjualan semua produk utamanya, termasuk boneka Barbie dan American Girl, anjlok 11% dibarengi dengan penjualan Fisher-Price (produk mainan bayi) yang ambles 28% pada periode 3 bulan tahun ini.

Meskipun pelemahan diperkirakan akan berlanjut ke kuartal kedua, namun manajemen masih optimistis. "Kami berencana meningkatkan permintaan produksi kami, dengan harapan saat musim semi dan musim liburan tiba [permintaan bisa naik]," ujar CEO Mattel, Ynon Kreiz, dilansir AFP, Rabu (6/5/2020).

Mengacu data perdagangan, saham Mattel yang tercatat di Bursa Nasdaq pada perdagangan Rabu tadi pagi waktu Indonesia (Selasa waktu AS) naik 0,29% di level US$ 8,60 per saham. Sepanjang tahun ini, saham Mattel sudah jatuh 35%, mengingat di awal Januari sahamnya masih di level US$ 13,30 per saham. Di Indonesia, Mattel memiliki anak usaha yakni PT Mattel Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]







(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading