Analisis Teknikal

Manufaktur RI Masih 'Tiarap', tapi IHSG Masih Bisa ke 6.200

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
01 September 2021 08:06
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,09% Selasa kemarin ke 6.150,299, setelah sebelumnya sempat melemah 0,45% akibat aksi ambil untung (profit taking).

Sentimen negatif muncul dari China yang melaporkan perlambatan laju manufakturnya per Agustus. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur berada di angka 50,1 atau melambat dari posisi Juli sebesar 50,4. Angka di atas 50 dalam indeks PMI menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah itu menunjukkan kontraksi.

Artinya, ada risiko sektor manufaktur China akan kembali mengalami kontraksi, dan bisa berdampak ke perekonomian global. Maklum saja, China merupakan negara dengan nilai ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sementara pada perdagangan hari ini, Rabu (1/9/2021), peluang IHSG kembali ke zona hijau terbuka cukup besar. Dari dalam negeri, IHS Markit melaporkan PMI manufaktur Indonesia masih mengalami kontraksi di bulan Agustus, meski membaik dari bulan sebelumnya. Angka PMI bulan Agustus dilaporkan sebesar 43,7 dari sebelumnya 40,1.

Di bulan ini ada peluang PMI manufaktur akan semakin membaik, dan tidak menutup kemungkinan terjadi ekspansi, sebab Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah kembali dilonggarkan, dan beberapa wilayah turun ke level 3. Beberapa sektor sejak 2 pekan lalu juga sudah diizinkan work from office (WFO) 100%, tentunya dengan syarat dan protokol kesehatan ketat. 

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan. IHSG kini berada di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) di kisaran 6.060 hingga 6.070.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Artinya, IHSG kembali ke atas MA 50, 100, dan 200. Selain itu, IHSG juga didukung pola pola White Marubozu. Suatu candle stick dikatakan membentuk pola White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan close sama dengan high.

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat, secara psikologis menunjukkan aksi beli mendominasi pasar. Pola ini muncul pada 23 Agustus lalu, dan muncul lagi kemarin.

IHSG persis berada di resisten ke 6.150, jika mampu bergerak konsisten di atasnya, maka target selanjutnya di 6.180, sebelum akhirnya menembus 6.200 lagi.

Sementara support terdekat berada di kisaran 6.115 hingga 6.100, jika ditembus IHSG berisiko terkoreksi ke MA 50.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Sempat Sentuh Rekor Lagi


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading