Kinerja Microsoft dan Facebook Paten, Dow Futures Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 April 2020 18:09
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (30/4/2020), menyusul rilis kinerja keuangan Facebook dan Microsoft yang melampaui ekspektasi.

Kontrak futures Dow Jones Industrial Average menguat dan mengimplikasikan indeks Dow Jones bakal menguat 70 poin di pembukaan. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 juga naik.

Saham Facebook lompat lebih dari 9% di pra-pembukaan setelah melaporkan pendapatan iklan yang stabil di tiga pekan pertama April, padahal pada aret sempat turun akibat wabah COVID-19. Laba bersih per saham (Earning Per-Share/EPS) US$ 1,71 dan pendapatan dilaporkan sebesar US$ 17,74 miliar.


Sementara itu, saham Microsoft naik 2% setelah perseroan melaporkan penjualan tumbuh 15% berkat bisnis komputasi awan (cloud). Dalam rilisnya, perseron mengatakan bahwa wabah COVID-19 "berdampak minimal terhadap pendapatan perseroan secara total" di tiga bulan pertama 2020.

Pada hari ini, pelaku pasar di AS mengantisipasi rilis data klaim pengangguran per pekan lalu. Pasar memperkirakan ada tambahan 3,5 juta penganggur baru, sehingga total jumlah penganggur di AS dalam 6 pekan terakhir bakal mendekati angka 30 juta orang.

Data terakhir, per 23 April menunjukkan jumlah pengangguran di AS mencapai 26,45 juta. Angka ini sudah melampaui jumlah lapangan kerja baru sebesar 22,44 juta orang yang dicetak Presiden AS Donald Trump.

Sentimen terkait corona cenderung membaik, setelah kemarin Gilead Science mengatakan bahwa lebih dari setengah dari pasien yang diuji dengan obat produksinya, yakni Remdesivir, menunjukkan perbaikan dan bisa keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu dua pekan saja.

Penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci pun membenarkan hal tersebut setelah obat itu diujikan pada 800 pasien COVID-19. Saat ini Food & Drug Administration (FDA) AS terus berdiskusi dengan Gilead agar remdesivir tersedia untuk pasien COVID-19 'secepat mungkin'.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading