Dow Futures Anjlok, Imbas Aksi Jual Investor

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
09 May 2022 18:15
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) kompak bergerak melemah cukup tajam pada perdagangan Senin (9/5/2022), di mana investor masih mencari pijakan setelah pergerakan dramatis pekan lalu.

Kontrak futures indeks Dow Jones melemah 539 poin atau 1,6%. Hal serupa terjadi pada indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi yang masing-masing sebesar 2% dan 2,5%.

Saham energi anjlok di pra pembukaan perdagangan setelah harga minyak acuan AS merosot lebih dari 2% ke US$107,18/barel. Saham Marathon Petroleum jatuh 3% sebelum perdagangan dan saham Schlumberger anjlok 2,1%.


Nama emiten teknologi besar seperti Meta Platforms dan Alphabet anjlok yang masing-masing sebesar 2%, sedangkan saham Amazon, Apple, dan Netflix diperdagangkan lebih rendah lebih dari 1%.

Wall street keluar dari pekan yang liar karena investor mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga acuan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Pekan lalu, Nasdaq anjlok 1,54%, sedangkan indeks S&P 500 dan Dow Jones jatuh yang masing-masing sebesar 0,21% dan 0,24%. Penurunan tersebut menandai penurunannya selama enam pekan beruntun untuk indeks Dow Jones dan pekan kelima penurunan untuk kedua indeks utama lainnya.

Sementara pergerakan kumulatif untuk pekan lalu biasa saja, beberapa perubahan dari hari ke hari sangat mengejutkan. Indeks Dow Jones mengalami hari terbaiknya sejak 2020 pada hari Rabu (4/5), tapi kemudian berbalik arah dan terkoreksi tajam pada hari Kamis (5/5).

Reli pada Rabu lalu sangat pendek setelah Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa The Fed tidak akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin pada pertemuan mendatang. Pasar saham dan obligasi menguat setelah komentar tersebut, tapi kemudian berbalik arah pada hari selanjutnya.

Manajer Dana Lindung David Tepper mengatakan pada hari Jumat (6/5) bahwa pernyataan Powell tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja yang berkontribusi pada volatilitas pasar.

Musim rilis kinerja keuangan kuartal I-2022 melambat, tapi ada beberapa laporan penting sebelum perdagangan dibuka hari ini, termasuk rilis kinerja keuangan oleh Palantir (perusahaan perangkat lunak AS), perusahaan pembuat vaksin BioNTech dan Novovax.

Selain itu, Ford berencana untuk menjual 8 juta saham di Rivian Automotive selama pekan ini.

Investor juga akan memperhatikan perkembangan perang di Ukraina, di mana ibu negara AS Jill Biden melakukan kunjungan dadakan ke Ukraina pada hari Minggu (8/5). AS dan negara-negara G7 mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan dukungan keuangan jangka pendek untuk Ukraina. Perang antara Rusia danĀ Ukraina telah berlangsung hampir tiga bulan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Omicron Jangkiti 43 Negara AS, Dow Futures Ambles 400 Poin


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading