Prediksi BI Meleset, Rupiah Sekarang Sudah di Rp 14.830/US$

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 April 2020 12:29
Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga melewati Rp 15.000/US$ pada perdagangan Kamis (30/4/2020).

Begitu perdagangan hari ini dibuka rupiah langsung melesat 0,79% ke Rp 15.140/US$. Rupiah kemudian "mengamuk" dan terus menguat hingga 2,83% di Rp 14.830/US$ pada pukul 11:40 WIB. Level tersebut merupakan yang terkuat sejak 16 Maret lalu.

Dengan demikian, prediksi Bank Indonesia (BI) jika rupiah akan berada di Rp 15.000/US$ di akhir tahun ini meleset (dalam arti yang bagus), level tersebut bahkan sudah dilewati cukup jauh hari ini.


Rupiah pada pertengahan Maret lalu sempat mengalami gejolak hingga nilainya merosot ke Rp 16.620/US$, level terlemah sejak krisis moneter 1998. Sejak saat itu, BI menggelontorkan berbagai kebijakan guna menstabilkan nilai tukar rupiah.



Gubernur BI, Perry Warjiyo berulangkali meyakinkan pasar rupiah akan berada di Rp 15.000/US$ di akhir tahun. Termasuk saat memaparkan Perkembangan Ekonomi Terkini Rabu kemarin.

BI secara rutin memberikan update terbaru kondisi ekonomi dalam negeri semenjak pasar keuangan mengalami gejolak bulan Maret lalu. Pada pekan-pekan sebelumnya Gubernur Perry memberikan update pada hari Selasa dan Kamis pukul 14:00 WIB, tetapi memasuki bulan puasa, dilakukan seminggu sekali pada hari Rabu, dan mulai pukul 8:30 WIB.

Dalam beberapa kesempatan, rupiah selalu menguat merespon video conference tersebut, sebabnya Perry selalu menebar optimism, dan keyakinan rupiah akan ke Rp 15.000/US$, meski beberapa kali rupiah mengalami pelemahan.



Pelemahan rupiah Selasa (28/4/2020) lalu dikatakan sebagai akibat permintaan valas yang tinggi di akhir bulan, serta faktor teknikal, dan BI masih pede rupiah akan ke Rp 15.000/US$ di akhir tahun nanti.

"Naik turun nilai tukar rupiah dari hari ke hari karena faktor teknikal, berbagai perkembangan berita dalam dan luar negeri," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu (29/4/2020).

"Pertama, dari sisi fundamental yang Rp 15.400/US$ sekarang ini undervalue. Karena defisit transaksi berjalan lebih rendah dari yang kita perkirakan 2,5-3% PDB. Di Triwulan I-2020 di bawah 1,5% dari PDB dan di akhir tahun bisa di bawah 2% PDB," katanya.

"Sehingga kalau CAD [defisit transaksi berjalan] lebih rendah maka kebutuhan devisa jauh lebih rendah dan ini mendukung penguatan nilai tukar ke arah fundamental. Selain itu faktor teknikal seperti premi risiko akan dorong lebih kuat dari Rp 15.400/US$," imbuh Perry.

Lebih jauh Perry mengatakan, ke depan arus aliran modal asing juga masih akan terus masuk pasar uang. Apalagi jika nanti pandemi Covid-19 telah mereda, sehingga masih akan terus menguat, kata Perry, ke arah Rp 15.000/US$.

Hanya berselang sehari, rupiah langsung melesat melewati target akhir tahun BI.


[Gambas:Video CNBC]



Sentimen Pelaku Pasar Membaik buat Rupiah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading