Mau Jadi Bank Digital, Rugi Bank Artos Q1-2020 Menggunung

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 April 2020 09:23
Bank Artos (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank yang baru-baru ini dikendalikan oleh bankir Jerry NG dan Patrick Walujo, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) mengalami peningkatan kerugian bersih di periode yang 31 Maret 2020 sebesar 321,02%. Kerugian perusahaan membengkak menjadi Rp 25,37 miliar dari kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 6,02 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai rugi per saham juga mengalami akumulasi menjadi senilai Rp 21,04 dari sebelumnya senilai Rp 5.

Padahal perusahaan mengalami kenaikan pendapatan bunga sebesar 47,37% secara year on year (YoY) menjadi Rp 18,94 miliar dari sebelumnya di akhir Maret 2019 yang senilai Rp 13,46 miliar.


Bank ini juga berhasil menekan beban bunga menjadi Rp 8,86 miliar dari sebelumnya senilai Rp 9,30 miliar.

Sehingga pendapatan bunga bersih Bank Artos selama tiga bulan pertama tahun ini naik menjadi Rp 10,07 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dari periode kuartal I-2019 yang sebesar Rp 4,15 miliar.

Selain itu, juga terjadi peningkatan jumlah pendapatan operasional lainnya menjadi senilai R 1,83 miliar, dari sebelumnya hanya senilai Rp 522,49 juta.


Namun bank yang sebelumnya dimiliki oleh keluarga Arto Hary ini mengalami peningkatan signifikan di pos beban operasional lainnya. Seluruh komponen di pos ini mengalami peningkatan, antara lain provisi dan komisi dibayar, beban penyisihan kerugian aset produktif, beban umum dan administrasi serta beban personalia.

Beban yang terakhir ini mengalami peningkatan paling signifikan mencapai hampir lima kali lipat dibanding dengan beban sebelumnya. Pos beban personalia ini menggunung karena terjadinya kenaikan beban gaji karyawan menjadi senilai Rp 25,59 miliar dari sebelumya hanya senilai Rp 3,96 miliar.

Kemudian juga terjadi peningkatan jumlah tunjangan hari raya menjadi Rp 1,87 miliar dari Rp 411, 30 juta. Peningkatan juga terjadi di imbalan pasca kerja menjadi Rp 1,27 miliar dari Rp 878,91 juta.

Kenaikan beban ini juga terjadi pada honorarium komisaris, pengobatan, Jamsostek serta gratifikasi, hadiah dan bonus. Juga terjadi kenaikan tipis pada iuran dana pensiun serta beban lainnya.


[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Live Now! Bank Artos Resmi Dicaplok, ke Mana Arah Bisnisnya?


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading