Obat Corona Dibilang Manjur, Pagi-pagi IHSG Terbang

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
30 April 2020 09:11
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembukaan pasar Kamis (30/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melenggang ke zona hijau. Maklum ada angin segar yang berhembus dari 'Barat' terkait kemajuan perkembangan obat anti-corona (COVID-19) yang menunjukkan hasil menjanjikan sehingga aset-aset berisiko seperti saham ikut terangkat. 

Pagi ini bursa saham Tanah Air bergerak di zona hijau mengekor mayoritas bursa saham kawasan Asia lainnya. IHSG dibuka di level 4.567,32 atau sama dengan level kemarin. Namun pada 09.05 WIB, IHSG menguat 1,64% ke level 4.641,33.

Pada 08.40 WIB, bursa saham Benua Kuning 'ijo royo-royo'. Indeks Shang Hai Composite menguat 0,32%, Hang Seng naik 0,28%, Topix melompat 1,6%, Kospi bertambah 0,7%, Straits Times terapresiasi 1,29% sementara KLCI terangkat 0,8%.


Dini hari tadi Wall Street juga ditutup dengan sumringah. Dow Jones Industrial Average 2,2%, S&P 500 bertambah 2,7% dan Nasdaq Composite memimpin sebesar 3,6%. Ya pasar memang berbunga-bunga dengan adanya banjir sentimen positif yang ada saat ini.


Kabar perkembangan obat COVID-19 remdesivir produksi Gilead Science membuat risk appetite investor kembali menyala. Mengutip CNBC International kandidat obat COVID-19 terkuat yang sempat diragukan kemujarabannya tersebut menunjukkan hasil menjanjikan.

Gilead Science mengatakan bahwa lebih dari setengah dari pasien yang diuji dengan obat tersebut menunjukkan perbaikan dan bisa keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu dua pekan saja.

Penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci pun membenarkan hal tersebut setelah obat itu diujikan pada 800 pasien COVID-19. Saat ini Food & Drug Administration (FDA) AS terus berdiskusi dengan Gilead Science agar remdesivir segera tersedia untuk pasien COVID-19 'secepat mungkin', begitu kata penasihat senior FDA Michael Felberbaum, sebagaimana diwartakan CNBC International.

Kabar baik lainnya adalah janji bank sentral AS, The Fed yang akan tetap menjaga suku bunga acuan di kisaran 0-0,25%. Setelah merampungkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama 2 hari, The Fed menyatakan suku bunga akan tetap 0-0,25% selama diperlukan untuk mencapai full employment dan inflasi kembali ke target 2%.

"Kami tidak akan terburu-buru untuk normalisasi suku bunga dan kebijakan moneter lainnya. Kami akan menunggu sampai kami yakin perekonomian berada di jalur pemulihan yang benar" kata Ketua The Fed, Jerome Powell.

The Fed selain membabat habis suku bunya menjadi 0-0,25% di bulan Maret lalu, juga menggelontorkan stimulus senilai US$ 2,3 triliun, termasuk di dalamnya program pinjaman yang disebut Main Street senilai US$ 600 miliar untuk perusahaan dengan karyawan mencapai 10.000 orang atau maksimal penjualan 2,5 miliar di tahun 2019. 

Dua sentimen ini membuat pasar seolah tak menghiraukan rilis data ekonomi AS kuartal pertama yang buruk. Pandemi COVID-19 yang menjangkiti Paman Sam telah membuat perekonomiannya terpuruk pada kuartal pertama ini. Ekonomi AS mengalami kontraksi 4,8% setelah krisis keuangan 2008 silam. Pasar pun sebenarnya sudah mengantisipasi bahwa hal ini akan terjadi.

Di sisi lain sentimen lockdown yang akan dibuka di berbagai negara Eropa juga menjadi sentimen positif. Mulai banyak negara Eropa yang melaporkan penurunan kasus COVID-19. Banyak dari mereka yang sudah ambil ancang-ancang untuk mencabut lockdown. 

Ketika lockdown dicabut ada harapan ekonomi dapat bersemi kembali dan ini semakin menguatkan risk appetite investor untuk berburu aset-aset berisiko. 

NegaraKebijakanKasusKematianRasio Mortalitas
AlbaniaToko dan pengadilan dibuka pekan lalu, orang-orang diperbolehkan berada di luar rumah selama 90 menit per hari, aturan terkait kapan sekolah akan kembali dibuka ditetapkan minggu ini736283.8%
AustriaToko-toko besar, pusat perbelanjaan, dan salon rambut akan dibuka kembali mulai 1 Mei. Restoran dan hotel dapat dibuka kembali dari pertengahan Mei jika kondisi kesehatan memungkinkan15,2745493.6%
BelgiaToko-toko rencananya akan dibuka pada 11 Mei, sekolah mulai akan dibuka seminggu setelahnya. Namun jumlah siswa per kelas dibatasi46,6877,20715.4%
ItaliaBerencana akan memperbolehkan aktivitas manufaktur kembali beroperasi pada 4 Mei199,41426,97713.5%
JermanBerbagai larangan sudah mulai dilonggarkan pekan lalu sehingga terjadi peningkatan aktivitas sosial. Kewajiban menggunakan masker masih ditetapkan ketika keluar rumah terutama di fasilitas transportasi umum158,7586,1263.9%
NorwegiaAcara yang melibatkan kerumuman masa yang besar masih dilarang hingga 1 September. Namun pada 30 April akan ditetapkan aturan baru terkait apakah kegiatan dengan jumlah orang < 500 diperbolehkan7,5992052.7%
PerancisPerdana Menteri Perancis akan mempresentasikan strategi pencabutan lockdown dan parlemen akan melakukan voting hari ini165,97723,32714.1%
PortugalMulai akan melonggarkan aturan pada awal Mei dan akan ditinjau secara periodik per 15 hari sekali24,0279283.9%
Republik CekoUniversitas dibuka kembali pada 27 April, perjalanan non-esensial mulai diperbolehkan, kerumunan kurang dari 10 orang diperbolehkan, masker wajib dikenakan7,4452233.0%
SpanyolKegiatan diluar rumah bag anak-anak diperbolehkan sekali sehari dengan pendampingan orang tua, aktivitas di luar ruangan rencananya diperbolehkan pada 2 Mei229,42223,52110.3%
SwissBeberapa toko bunga hingga salon sudah mulai dibuka, pada 11 Mei sekolah dasar dan toko ritel akan kembali dibuka29,1641,6655.7%
YunaniKantor layanan publik dan pengadilan akan mulai buka 27 April. Untuk outlet komersil masih dipertimbangkan kapan diperbolehkan dibuka2,5341365.4%
Sumber : Guardian, WHO, John Hopkins University CSSE, CNBC Indonesia Research

Kali ini pasar kebanjiran sentimen positif. IHSG yang kemarin sudah menguat 0,8% pun jadi punya tenaga lagi untuk menguat. Jika sentimen positif masih terus berdatangan, bukan tak mungkin pasar saham Tanah Air berpeluang untuk menutup pekan ini dengan keceriaan


[Gambas:Video CNBC]




(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading