Bursa Saham Asia Kompak Merah, IHSG Berbalik Hijau

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
22 April 2020 10:38
foto : Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham di kawasan Asia, pada perdagangan Rabu ini (21/4/2020) melanjutkan penurunan setelah bereaksi terhadap penurunan tajam harga minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate, ke teritori negatif pada perdagangan Selasa kemarin.

Bahkan berita bahwa Senat Amerika Serikat (AS) yang berencana mengeluarkan paket bantuan demi melawan pandemi virus corona senilai US$ 484 miliar semalam, gagal meredakan kegelisahan investor. Paket stimulus dijadwalkan untuk dibahas di DPR AS secepatnya pada Kamis besok, melansir Investing.

Data perdagangan mencatat, pasar saham China daratan turun pada awal perdagangan, dengan indeks Shanghai Composite turun 0,41%, sedangkan indeks Shenzhen ambles 0,5%. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng merosot 0,6%.

Pasar saham Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 255,42 poin atau 1,32% menjadi 19.025,36, sedangkan indeks Topix turun 0,93%. Penurunan indeks Nikkei 225 terdorong oleh saham-saham unggulan, saham SoftBank turun hampir 2% dan Fast Retailing ambles lebih dari 1%. Di sektor energi, saham Japan Petroleum anjlok lebih dari 3% dan Inpex merosot 2%.

 


 

Dari kawasan Asia lainnya, indeks Kospi Korea Selatan juga turun 1,55% sementara indeks Kosdaq turun 0,95%.

Sementara pasar saham Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 66,40 poin atau 1,27% menjadi 5.154,90. Di sektor energi, saham Oil Search jatuh hampir 5%, Santos turun 4% dan Woodside Petroleum jatuh hampir 4% setelah harga minyak mentah kontrak berjangka anjlok 43% semalam.

 

Di sektor pertambangan, saham BHP ambles 4%, Rio Tinto turun lebih dari 3% dan Fortescue Metals turun hampir 3%.

Bursa saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini pukul 10:10 WIB, menguat 26,18 poin atau 0,58% menjadi 4.528, dengan nilai transaksi tercatat Rp 3,4 triliun. Sebelumnya pada awal perdagangan IHSG sempat melemah mengikuti kinerja saham Asia lainnya dengan harga terendah harian di 4.441,09.

Fokus pasar masih seputar pandemi virus corona yang terus diawasi secara ketat, dengan lebih dari 2,5 juta terinfeksi secara global dengan korban jiwa sekitar 177.200 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Panic Selling, Bursa Saham Asia Hancur-Hancuran


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading