Tak Hanya BUMN, Emiten Ini Siap Rilis Avimac Obat Covid-19

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 April 2020 18:25
cover topik/dunia berlomba mencari vaksin virus corona dalam/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten distributor alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menyatakan kesiapannya memasok Avimac, obat yang dinilai dapat menangkal virus corona (Covid-19).

Direktur Keuangan Itama Ranoraya, Pratoto Satno Raharjo menjelaskan, saat ini perseroan masih menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Obat Avimac akan diedarkan atau dijual setelah izin edar didapatkan," kata Pratoto, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2020).

Perseroan menyebutkan, obat Avimac cukup manjur setelah melalui hasil uji laboratorium di Australia terbukti mampu membunuh Covid-19 dan berpotensi membantu pasien maupun yang sehat mengembalikan daya tahan tubuh mereka.


Sebelumnya, perusahaan farmasi BUMN seperti PT Bio Farma (Persero), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga berencana akan memproduksi obat Covid-19 dalam waktu dekat ini.

Biofarma akan memproduksi Oseltamivir yang bahan bakunya didatangkan dari India beberapa waktu lalu. Jumlah obat yang akan diproduksi sebanyak 500 ribu tablet.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, bersama dengan bahan baku Oseltamivir tersebut, Bio Farma juga mendatangkan sebanyak satu ton Chloroquine dari negara tersebut.


"Kemarin beli bahan obat Oseltamivir sudah ambil bahan bakunya dari India, itu obat corona juga 500 ribu tablet beli dari India, yang bikin Bio Farma. Tanggal 9 [April] kemarin kita ambil," kata Arya dalam video conference, Rabu (15/4/2020).

Nantinya, obat yang diproduksi Bio Farma akan didistribusikan ke rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 milik BUMN. Obat ini tidak dijual bebas sebab memerlukan resep dokter untuk mengkonsumsinya ditambah jumlahnya terbatas.

Sementara itu, Kalbe Farma bekerja sama dengan perusahaan farmasi asing memproduksi obat Covid-19.

Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan bersama dengan partner perusahaan asing tersebut. Ia memberikan catatan obat Covid-19 ini tak hanya akan dibutuhkan saat ini tetapi akan dibutuhkan masyarakat jangka panjang.

"Sedang dalam proses persiapan, mudah-mudahan bulan Mei-Juni depan sudah bisa. Iya kolaborasi dengan partner dari luar negeri," kata Vidjongtius kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020).


[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Uji Kesiapan Pasok Kebutuhan Jarum Suntik Vaksin Covid-19


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading