Efek Covid-19

Kabar Baik! Bio Farma Targetkan Akhir 2020 Ada Bibit Vaksin

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 April 2020 15:47
cover topik/dunia berlomba mencari vaksin virus corona dalam/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN farmasi, PT Bio Farma (Persero) terus berupaya untuk menemukan vaksin virus corona (Covid-19) dengan bekerja dengan lembaga dalam dan luar negeri. Perusahaan menargetkan pada 2021 nanti paling cepat sudah bisa melakukan uji klinis vaksin yang diproduksinya sendiri.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan hingga saat ini perusahaan sudah bekerjasama dengan tiga lembaga, termasuk di dalam negeri untuk berupaya menemukan vaksin Covid-19.

Upaya ini dilakukan untuk memotong proses produksi vaksin sendiri yang sebelumnya bisa memakan waktu 10-15 tahun bisa lebih singkat menjadi 2 tahun.

"Untuk vaksin Covid-19 Biofarma sudah melakukan upaya kolaborasi, strateginya dengan bekerjasama dengan lembaga dalam negeri maupun lembaga internasional," kata Honesti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Selasa (21/4/2020).


Dia menjelaskan, terdapat tiga skema yang dilakukan perusahaan sebagai upaya produksi vaksin.

Pertama, langkah di dalam negeri yakni adanya konsorsium yang dipimpin oleh Lembaga Eijkman beranggotakan Bio Farma, Balitbangkes dan beberapa universitas. Dengan skema ini ditargetkan pada akhir tahun ini Balitbangkes bisa mengembangkan bibit virus yang dikumpulkan dari hasil swap pasien positif dan dikembangkan untuk kemudian diproduksi oleh Bio Farma.

"Itu butuh waktu karena teknologi dunia belum ada yang bisa kurang dari 5 tahun. Tapi ada teknologi biofarmatik terbaru bisa kita percepat. Biasanya 10-15 tahun dengan tren baru bisa di bawah 5 tahun, 2 tahun bisa," jelas dia.

"Target kami akhir 2020 bibit vaksin sudah ada, 2021 Bio Farma mulai kembangkan, diproses produksi jadi di akhir kuartal IV-2021 sudah ada vaksinnya untuk uji klinis," terang dia.

Skema kedua adalah kerja sama dengan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI), lembaga yang didirikan oleh Bill Gates yang saat ini sudah melakukan penelitian dan vaksinnya siap untuk uji klinis.


Jika kerja sama dengan CEPI ini lancar, diperkirakan kuartal ketiga ini Bio Farma sudah bisa melakukan scaling up stockpile vaksin tersebut dan bisa diujicobakan secepatnya ke manusia.

Selanjutnya, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan kimia asal China, yakni Sinovac Biotech Ltd yang sudah dalam tahap uji klinis kedua.

"Sedang koordinasi dengan mereka [Sinovac], gimana uji klinis berikutnya dan bikin massalnya di Bio Farma, terutama dengan Sinovac," terang dia.

Adapun untuk kapasitas produksi, Honesti memastikan perusahaan yang dipimpinnya ini sudah sangat siap untuk melakukan produksi secara mandiri. Kapasitas produksi saat ini hingga dua miliar dosis.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading