Laba Emiten AS Buruk, Dow Futures Anjlok Hingga 350 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 April 2020 19:01
Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., October 4, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2020) menyusul lemahnya kinerja emiten kelas kakap per kuartal II-2020.

Kontrak futures indeks Dow Jones anjlok 350 points, mengindikasikan koreksi sebesar 300 poin bakal menerkam indeks acuan bursa Negara Adidaya tersebut pada pembukaan nanti. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga cenderung melemah.

Emiten kakap pertama yang merilis kinerja mengecewakan adalah Bank of America yang laba bersihnya anjlok hingga 45% dan biaya pencadangan atau provisinya menggelembung sebesar US$ 3,6 miliar akibat pecahnya pandemi.


Saham bank tersebut pun anjlok 2% di sesi pra pembukaan. Saham Goldman Sachs juga anjlok lebih dari 1% setelah merilis kinerja yang buruk.

Analis dalam konsensus Refinitiv memperkirakan laba bersih emiten yang menjadi konstituen indeks S&P 500 bakal melemah 10,2% untuk kinerja tiga bulan pertama tahun ini. Sejauh ini, 88 emiten sudah mengindikasikan kinerjanya bakal memburuk meski belum merilis neraca resmi.

Di sisi lain, harga minyak mentah ambruk ke level terendah dalam 18 tahun akibat kekhawatiran lemahnya ekonomi dunia memicu anjloknya permintaan energi utama dunia ini. Harga kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate anjlok 2% ke US$ 19,7 per barel.

Pada penutupan Selasa, Dow Jones melonjak hingga 560 poin. Kenaikan tersebut dipicu perkiraan bahwa kekhawatiran seputar ambruknya ekonomi dunia cenderung berlebihan ketika beberapa pemerintahan mulai mewacanakan pelonggaran pembatasan sosial (lockdown).

"Pasar saham bakal menghadapi masa yang lebih berat mulai dari sini," tutur Jeffrey Kleintop, perencana investasi global Charles Schwab, sebagaimana dikutip CNBC International. Alasannya, menurut dia, karena tak ada kepastian bahwa pelonggaran lockdown tak memicu gelombang kedua penyebaran virus corona strain baru.

Presiden AS Donald Trump kemarin mengatakan bahwa beberapa negara akan bisa mencabut kebijakan social distancing ketat yang sekarang diterapkan, secepatnya pada akhir April. Gubernur New York Andrew Cuomo juga sempat menyatakan optimisme bahwa angka kematian akibat virus berbahaya tersebut mulai melandai.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading