Suku Bunga BI Tetap 4,5%, Saham Perbankan Kompak Cuan!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 April 2020 15:58
Live Streaming BI, Perkembangan Ekonomi Terkini

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham perbankan kelas kakap di Tanah Air dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk indeks paling likuid LQ45 ditutup menguat pada perdagangan Selasa sore ini (14/4/2020) di tengah pengumuman bank sentral yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,5%.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang memutuskan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Pada periode April 2020 ini, bank sentral mengambil langkah untuk mempertahankan suku bunganya.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 13-14 April 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,50%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (14/4/2020), pukul 15.05 WIB, beberapa menit setelah pasar saham tutup.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia awalnya memperkirakan bank sentral masih menahan BI 7 Day Reverse Repo Rate di 4,5%.


Namun seiring perjalanan, sejumlah suara baru bermunculan dan hasilnya kini berbalik. Median survei menunjukkan angka 4,25%, yang berarti BI akan menurunkan suku bunga acian 25 basis poin (bps). Alhasil, BI ternyata masih mempertahankan bunga acuannya.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,79% di level 4.706,49 dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 6,03 triliun dan catatan jual bersih asing (net sell) di semua pasar Rp 427,03 miliar.

Mengacu data BEI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,7% di level Rp 27.575/saham, meskipun sepekan terakhir atau 5 hari perdagangan minus 3,84%. Kapitalisasi pasar BBCA tercatat yang terbesar di BEI yakni Rp 679,86 triliun.

Berikutnya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga naik 4,69% di level Rp 2.900/saham. Kendati sepekan terakhir saham Bank BRI minus 3,97%. Kapitalisasi pasar BBRI Rp 357,70 triliun.

Saham bank dengan kapitalisasi pasar besar lainnya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BRMI) juga ditutup naik 2,24% di level Rp 4.570/saham, dan sepekan terakhir minus 12.12%. Kapitalisasi BMRI mencapai Rp 213,27 triliun.

Saham bank lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga naik 4,01% di level Rp 4.150/saham dan sepekan turun 3,26%. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 77,39 triliun.

Penguatan cukup besar dibukukan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang naik 7,61% di level Rp 990/saham dan sepekan minus tipis 1,49%. Market cap alias kapitalisasinya mencapai Rp 10,48 triliun, terendah di antara bank BUMN lainnya.

Adapun satu saham yang masuk daftar Indeks LQ45, indeks berisi 45 saham paling likuid, yakni PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) turun hingga 6,93% di level Rp 2550/saham dan sepekan sahamnya naik 14,35%.

William Hartanto, analis PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) berpendapat saham-saham perbankan dan properti secara historis menguat menjelang pengumuman suku bunga acuan BI.

Dengan estimasi, dengan suku bunga acuan yang lebih rendah, otomatis, biaya dana (cost of fund) perbankan bisa ikut rendah diikuti dengan kebijakan kredit pemilikan rumah (KPR) yang bisa diturunkan dalam beberapa bulan setelah pengumuman tersebut.


"
Sektor properti menjelang pengumuman suku bunga BI menguat, tapi setelah itu profit taking [ambil untung]," kata William Hartanto, Selasa (14/4/2020).

Namun demikian, mengingat kondisi ketidakpastian karena pandemi virus Corona (Covid-19) seperti sekarang ini, kata William, tekanan jual masih lebih besar, termasuk di saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar.

"Strategi yang dilakukan trading jangka pendek, sentimen negatif belum berakhir, aksi jual bisa kapan saja, nett sell masih ada, jadi harus perlu diwaspadai," ungkapnya.

"Koreksi besar masih sangat mungkin terjadi. PHK menjadi sentimen negatif yang menekan harga saham menjadi lebih rendah, ada potensi jatuh lebih dalam," ujar William.


[Gambas:Video CNBC]


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading