Ultimatum OJK: Debitur Macet Pra-Corona Tak Dapat Keringanan

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
07 April 2020 16:54
OJK melarang keras memberikan restrukrutisasi kredit kepada perusahaan yang sudah bermasalah sebelum ada wabah virus corona (COVID-19).
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bank-bank agar tidak salah menerapkan relaksasi kredit melalui kebijakan kontrasiklus . OJK melarang keras memberikan restrukturisasi kredit kepada perusahaan yang sudah bermasalah sebelum ada wabah virus corona (COVID-19).

Beberapa waktu lalu, OJK mengeluarkan kebijakan kontrasiklus melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Salah satu poin aturan ini adalah memberikan keringanan atau penundaan cicilan kepada kreditur yang mengalami kesulitan karena dampak wabah covid-19. Batasan nilai kredit yang ditetapkan sebesar Rp 10 miliar atau lebih.



Dalam implementasi peraturan ini, OJK memberikan keleluasaan kepada bank dan lembaga keuangan untuk assesmen kepada debitur yang menerima keringanan.

"Kami memberikan sepenuhnya (wewenang kepada) bank dengan skema mereka sendiri, karena kondisi debitur berbeda. Sehingga memberikan keleluasaan dengan membebaskan bunga atau pokok. Bank silahkan mengakses skemanya sendiri," kata Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Heru Kristiyana, saat rapat virtual dengan Komisi XI DPR, Selasa (7/4/2020).

Namun saat bank memberikan keringanan, Heru menegaskan, tidak boleh ada moral hazard. Jangan sampai bank-bank melakukan abuse dengan menggunakan POJK kontrasiklikal tersebut.

"Belajar pengalaman 1998 dan 2008 kepada pengawasan, untuk tidak abuse menggunkan POJK 11. Kalau udah demam sebelum covid, ini jangan dikasih," tegas



Heru menegaskan, restrukturisasi harus diberikan kepada debitur yang benar-benar terdampak virus corona. OJK punya mekanisme pengawasan untuk mengetahui praktik-praktik yang cenderung berlindung di balik POJK 11 ini.

"OJK sudah punya offline dan bank sudah menempatkan seluruh jasa dan kredit baru dalam respitori banknya. Sehingga pengawas bisa menarik (data) itu. Bisa dicheck tanpa datang ke bank, ini sudah berjalan. Mudah-mudahan ini bisa jadi tools kerja dari rumah, untuk jaga kredibilitas dan mengurangi moral hazard bank-bank yang berlindung dari POJK 11/2020," tegas Heru.

[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading