IHSG Sempat Menguat 3% Lebih Menuju 5.000, Ini Pemicunya

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
07 April 2020 09:26
IHSG menguat 2,5% setelah dibuka stagnan hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih punya tenaga untuk menghijau pada perdagangan awal pagi ini, Selasa (7/4/2020).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG stagnan di level penutupan kemarin di 4..811,83. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG semakin menguat dengan apresiasi sebesar 2,55% ke level 4.934,32, bahkan sempat menguat 3,4% ke level 4.975,54.

Penguatan indeks bursa saham tanah air ini terjadi setelah kemarin pasar saham RI reli dengan apresiasi 4,07%.


Hijaunya bursa saham tanah air juga mengekor bursa saham kawasan Asia lainnya. pada pukul 08.40 WIB, indeks Shang Hai Composite menguat 1,56%, Hang Seng naik 1,45%, Topix bertambah 2,32%, KLCI terapresiasei sebesar 0,89%, Straits Times tumbuh 2,39%, KOSPI melesat 1,06% dan Taiwan Weighted terkerek 1,97%.


Tidak hanya pasar Asia saja yang menguat pagi ini, dini hari tadi bursa saham New York juga ditutup dengan ceria. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencapai garis finish dan melenggang ke zona hijau dengan penguatan 7,73%, S&P 500 terdongkrak 7,03%, dan Nasdaq Composite melesat 7,33%.

Bursa saham yang tampak ceria ini memang tak terlepas dari beberapa kabar gembira yang berseliweran di pasar. Pertama datang dari Amerika Serikat yang kini menduduki peringkat teratas di klasemen dengan jumlah kasus infeksi corona paling banyak di dunia.

Gambaran hari-hari yang akan datang memang masih tampak suram. Namun Presiden AS ke-45 mengatakan ada harapan bagi AS. "Ada cahaya luar biasa di ujung terowongan," kata Trump saat konferensi pers Gedung Putih, melansir CNBC Internasional.

"Saat ini, ada sepuluh perusahaan farmasi yangi berbeda sedang aktif dalam uji coba dan beberapa terlihat sangat sukses," katanya. "Tapi mereka harus melalui proses dan itu akan menjadi proses cepat berdasarkan apa yang dikatakan FDA kepada saya." Dia mengatakan 15 obat potensial akan diuji klinis, "jadi kemajuannya dengan cepat."

Trump mengamini komentar Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan penelitian untuk mengembangkan vaksin dan perawatan untuk melawan virus corona telah mengalami "kemajuan yang sangat pesat."



Tedros mengatakan lebih dari 70 negara telah bergabung dengan WHO untuk uji coba dan mempercepat penelitian tentang perawatan yang efektif melawan virus corona dan "sekitar 20 lembaga dan perusahaan berlomba untuk mengembangkan vaksin."

Kabar positif lainnya adalah Arab Saudi dan Rusia dikabarkan kembali mesra sehingga OPEC+ kemungkinan besar bakal menyepakati rencana pengurangan produksi minyak sebanyak 10 juta barel/hari atau sekitar 10% dari pasokan dunia.

"Saya rasa pasar mengerti bahwa kesepakatan ini sangat penting untuk menciptakan stabilitas. Kami sudah sangat dekat," ungkap Kiril Dmitriev, Kepala Sovereign Wealth Fund Rusia, seperti diberitakan CNBC International.



OPEC+ berencana mengadakan pertemuan di Arab Saudi pada 9 April. Jika hubungan Riyadh-Moskow terus harmonis, maka perang harga minyak akan berakhir dan satu risiko besar di perekonomian dunia bisa terhapus.

Hari pasar finansial domestik akan menyaksikan rilis data cadangan devisa Bank Indonesia (BI) pada bulan Maret. Pada Februari 2020 posisi cadangan devisa BI tercatata US$ 130,44 miliar.

Selama Maret, tekanan di pasar keuangan domestik begitu besar akibat pandemi virus corona. Kepanikan investor membuat nilai tukar rupiah sepanjang Maret anjlok 13,67% point-to-point di hadapan dolar AS.

Bank Indonesia (BI) harus mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk mengawal rupiah melalui triple intervention di passer spot, Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan pembelian SBN di passer sekunder.

Walau diramal turun, cukup bisa diredam oleh sentimen positif lain yang membuat risk appetite investor kembali ada. Namun walau IHSG menguat beberapa hari terakhir dan memangkas koreksi dalamnya hingga menjadi 26% secara year to date, investor asing masih terlihat jaga jarak dari bursa saham RI. Hal ini tercermin dari posisi net sell asing yang masih besar mencapai Rp 11,27 triliun di sepanjang tahun ini.



[Gambas:Video CNBC]





TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading