Analisis Teknikal

Ada Sinyal Kuat, Rupiah Berpeluang Menguat Lagi Hari Ini

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 April 2020 08:33
pergerakan rupiah yang mulai stabil dalam beberapa perdagangan terakhir menjadi kabar bagus
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah melawan dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin kemarin, meski nyaris sepanjang hari berada di zona merah bahkan sempat menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dengan pelemahan 0,91%.

Di menit-menit akhir perdagangan, rupiah akhirnya berhasil menguat 0,12% di Rp 16.380/US$. Meski menguat tipis, tapi pergerakan rupiah yang mulai stabil dalam beberapa perdagangan terakhir menjadi kabar bagus. Tidak seperti dua atau tiga pekan sebelumnya ketika rupiah melemah lebih dari 4%.

Kabar bagus lainnya, laju penyebaran pandemi virus corona (COVID-19) yang mulai melambat secara global. Kabar tersebut tentunya membuat sentimen pelaku pasar membaik, dan kembali masuk ke aset-aset berisiko.

Terbukti, bursa saham Eropa melesat naik setelah Italia dan Spanyol melaporkan penurunan jumlah korban meninggal per harinya, kemudian Jerman melaporkan penurunan jumlah kasus baru yang signifikan.




Bursa saham AS (Wall Street) juga meroket, ketiga indeks utama membukukan penguatan lebih dari 7% setelah jumlah korban meninggal di New York per harinya juga mengalami penurunan.

Hawa positif sudah datang ke pasar Asia pagi ini, dan pasar keuangan dalam negeri juga berpeluang kembali ceria.



Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan dalam kurun waktu 20 Januari-6 April rata-rata pertumbuhan jumlah kasus corona adalah 12.52% per hari. Sejak 24 Maret, pertumbuhan jumlah kasus baru sudah di bawah itu yakni 9,67%. Bahkan dalam delapan hari terakhir pertumbuhan kasus baru per harinya sudah satu digit.

Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 sebanyak 2.491, dengan 209 meninggal dunia, dan 192 dinyatakan sembuh. Laju penambahan kasus di Indonesia sedang dalam tren naik, mengingat kasus pertama baru dilaporkan di awal Maret lalu.

Melihat fundamental global tersebut, rupiah punya peluang untuk kembali menguat pada hari ini, Selasa (7/4/2020). Peluang tersebut semakin besar jika dilihat secara teknikal.

Rupiah yang disimbolkan USD/IDR berpeluang menguat melihat indikator Stochastic yang berada di wilayah jenuh beli (overbought) dalam waktu yang cukup lama.

Posisi overbought (di atas 80) dalam waktu lama artinya dolar AS terus menguat tersebut mengkonfirmasi pernyataan BI yang menyebut nilai tukar rupiah masih di bawah nilai fundamentalnya (undervalue).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah jenuh beli, maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun. Dalam hal ini, perdagangan rupiah melawan dolar AS disimbolkan USD/IDR yang berarti dolar AS sudah jenuh beli sehingga berpeluang melemah.

[Gambas:Video CNBC]




Kemudian pola candle stick yang dibentuk kemarin juga mendukung penguatan Mata Uang Garuda.

Muncul Pola Shooting Star, Rupiah Berpeluang Menguat LagiGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian 
Sumber: Refinitiv


Rupiah kemarin sempat melemah hingga 0,91%, kemudian berbalik menguat 0,12%. Jika dilihat pada grafik, badan (candle stick) kecil di bagian bawah, sementara ekornya panjang ke atas. Pola tersebut disebut shooting star, dan kerap dijadikan sinyal pembalikan arah atau USD/IDR akan bergerak turun, dengan kata lain rupiah berpeluang menguat.

Pola ini sebelumnya juga sudah muncul 20 Maret lalu, tetapi sayangnya pandemi COVID-19 terus mempengaruhi sentimen pelaku pasar yang membuat rupiah sulit menguat.



Faktor fundamental memang akan lebih mempengaruhi pergerakan rupiah selama pandemi COVID-19 belum bisa dihentikan.

Pola yang sama juga muncul 2 April lalu, dan terlihat rupiah menguat sehari setelahnya.

Target penguatan rupiah pada hari ini adalah support (tahanan bawah) terdekat di Rp 16.310/US$. Jika support tersebut mampu ditembus, rupiah berpeluang menuju level kunci Rp 16.200/US$.

Ke depannya, level kunci tersebut bisa menjadi penentu arah pergerakan rupiah secara teknikal. Jika mampu ditembus, rupiah berpeluang menguat lebih lanjut, tetapi selama tertahan di atasnya, Mata Uang Garuda akan kembali melemah, dan bergerak sideways selama tidak menembus level ke atas level tertinggi tahun ini Rp 16.620/US$


TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading