Efek Covid-19

Terancam Banyak PHK, Industri Penerbangan Minta Insentif

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 April 2020 10:52
Indonesia National Air Carrier Association (INACA) meminta insentif.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia National Air Carrier Association (INACA), asosiasi maskapai penerbangan di Indonesia, menyebut industri penerbangan saat ini menjadi sangat rentan di tengah kondisi pandemi corona (COVID-19) yang masih terus merebak di Tanah Air dan global.

Banyaknya rute penerbangan yang dikurangi bahkan dihentikan membuat beban yang dikeluarkan maskapai penerbangan menjadi lebih tinggi saat tak adanya pemasukan.

Sekjen INACA Bayu Sutanto mengatakan jumlah penumpang penerbangan sudah turun drastis sejak Maret karena adanya kebijakan pembatasan bepergian oleh pemerintah. Bahkan, di bulan ini sudah tak ada booking penerbangan yang dilakukan.


Hal ini mempengaruhi banyaknya rute penerbangan yang dikurang frekuensinya dan sejumlah maskapai memutuskan untuk menghentikan sementara operasionalnya.


"Jadi dalam kondisi hibernasi di mana sebagian besar anggota kita tidak operasional atau minimum, beban biaya biaya tetap harus ditanggung. Mulai dari sewa pesawat, parkir bandara. Dan Inaca, kami telah ajukan permohonan insentif seperti ke beberapa industri," kata Bayu, dalam dialog CNBC Indonesia TV, Senin (6/4/2020).

Bayu menyebutkan, kondisi ini diprediksi masih akan sama hingga akhir Mei mendatang sejalan dengan masa tanggap darurat nasional yang ditetapkan BNPB hingga waktu tersebut

Dia memprediksi, industri penerbangan nasional baru akan mengalami recovery pada Juni 2020.

Untuk, INACA telah mengajukan sejumlah insentif kepada pemerintah untuk dipertimbangkan. Beberapa di antaranya adalah permintaan relaksasi PPh 21, PPh 23 dan PPh 25.

Asosiasi maskapai ini juga telah melakukan diskusi dengan operator bandara untuk memberikan kebebasan biaya parkir pesawat di bandara setidaknya hingga masa recovery berlangsung.


Upaya lain yang dilakukan oleh maskapai adalah negosiasi dengan lessor (perusahaan penyewa pesawat) dan asuransi pesawat untuk meminta penundaan pembayaran. Sebab, kondisi likuiditas masing-masing maskapai, termasuk pelat merah saat ini dalam kondisi yang kurang baik.

Hingga saat ini guna menjaga kondisi perusahaan, anggota INACA mengakui telah melakukan pemotongan gaji karyawan yang telah dirumahkan karena tak bekerja. Namun, jika kondisi terus berlanjut diperkirakan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri ini.

"Kalau dari internal airline perumahan karyawan dengan pemotongan gaji. [Itu] Awal-awal tapi kalau ada darurat berlarut kemungkinan PHK juga bisa terjadi," terangnya.



[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading