Great Sale! IHSG Ambles, Harga 5 Saham Ini Lagi Murah nih

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
30 March 2020 12:02
Padanperdagangan sesi I Senin (30/3/2020) IHSG kembali mengalami penghentian selama 30 menit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal sesi I, Senin ini (30/3/2020) sempat mengalami penghentian sementara (trading halt) selama 30 menit pada pukul 10.20 WIB ketika IHSG melorot 5% di level 4.318.29.

Mengacu data BEI, rentang level indeks tertinggi yakni 4.545,36 dan terendah 4.318,29. Persepsi investor tampaknya belum sepenuhnya pulih seiring dengan masih tingginya penyebaran wabah virus corona atau COVID-19.

Perdagangan saham BEI harus mengalami trading halt selama 30 menit jika turun 5% atau lebih, ini sesuai dengan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Data BEI mencatat nilai transaksi pada awal perdagangan sesi I sebesar Rp 1,75 triliun, dengan investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 14,19 miliar di pasar reguler dan negosiasi. IHSG di sesi I ditutup di level 4.358,43 pada pukul 11.30 WIB, jam perdagangan lebih singkat akibat pandemi corona. Tapi saat penutupan, asing malah keluar Rp 13,20 miliar di semua pasar.


Saham-saham yang mendorong penurunan di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 6,99%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 6,96%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 6,88% , Sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) minus 6,86% dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 6,81%.

Setelah menikmati reli tajam dalam 2 hari perdagangan sebelumnya, IHSG akhirnya kembali ambles nyaris 5% di awal perdagangan Senin (30/3/2020). Hal ini membuktikan sentimen pelaku pasar belum membaik meski Amerika Serikat (AS) menggelontorkan stimulus jumbo guna memerangi pandemi virus corona (COVID-19).

Di tengah pelemahan IHSG, ada beberapa saham yang layak untuk dikoleksi mengingat harganya yang relatif terjangkau setelah terjadi penurunan tajam dalam sebulan terakhir. IHSG bahkan sudah minus 31% sejak awal tahun hingga saat ini.

Rasio yang biasa dipakai untuk melihat valuasi satu saham ialah PER atau price to earning ratio. PER adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham yang biasa dipakai menilai valuasi saham, murah atau mahal. Memang sebetulnya tak ada angka baku untuk PER, tapi biasanya semakin rendah level PER, makin murah valuasi harga saham emiten tersebut atau undervalued.


Undervalue
 terjadi ketika suatu investasi dijual di bawah nilai seharusnya. Data BEI mencatat, beberapa saham dengan PER rendah yakni:

- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PER 2,16 kali, harga Rp 144/saham
- PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), PER 2,61 kali, harga Rp 1.270/saham
- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PER 3,25 kali, harga Rp 830/saham 
- PT PTPP Tbk (PTPP), PER 3,63 kali, harga Rp 545/saham
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PER 4,31 kali, harga Rp 690/saham

Untuk perbankan, biasanya yang dipakai ialah rasio price to book value (PBV) yakni penilaian harga saham dengan nilai buku perusahaan, kendati ada pula yang memakai rasio PER. PBV memasukkan ekuitas sebagai perhitungan untuk mencari book value atau nilai buku.

Biasanya, saham yang memiliki rasio PBV besar, punya valuasi tinggi (overvalue) sedangkan saham dengan PBV di bawah 1 kali, punya valuasi rendah alias undervalue.

Di kelompok bank BUKU IV (bank umum kelompok usaha, dengan modal inti di atas Rp 30 triliun), berikut deretan PBV bank-bank tersebut

- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PBV 0,35 kali, harga Rp 600/saham
- PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PBV 0,42 kali, harga Rp 720/saham
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PBV 0,42 kali, harga Rp 1.930/saham
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PBV 0,57 kali, harga Rp 3.720/saham
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PBV 1,05 kali, harga Rp 4.600/saham
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PBV 1,81 kali, harga Rp 3.020/saham
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PBV 3,77 kali, harga Rp 26.600/saham


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

 

 


(har/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading