Rupiah Bangkit Dari Level Terlemah Sepanjang Sejarah vs Yen

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 March 2020 15:14
Rupiah Bangkit Dari Level Terlemah Sepanjang Sejarah vs Yen
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah sedang perkasa dalam dua hari perdagangan terakhir, termasuk melawan mata uang yang menyandang status aset aman (safe haven), yen Jepang.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (26/3/2020) rupiah sempat menguat 1,13% ke Rp 146,21/JPY di pasar spot melansir data Refinitiv. Penguatan tersebut terpangkas dan rupiah berada di level Rp 147,44/JPY atau menguat 0,3%.

Pada perdagangan Selasa lalu rupiah juga berhasil menguat, sehingga menjauhi level terlemah sepanjang sejarah Rp 150,89/JPY yang disentuh di awal pekan lalu.


Membaiknya sentimen pelaku pasar membuat rupiah mampu menguat, sekaligus mengurangi daya tarik aset safe haven  yen. Mata Uang Jepang ini juga melemah 0,65% melawan dolar AS ke 110.47/US$.



Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa lalu Pemerintah dan Senat AS telah mencapai kata sepakat untuk mengucurkan stimulus senilai US$ 2 triliun, yang dikatakan terbesar sepanjang sejarah. Stimulus tersebut bahkan dua kali lipat lebih besar dari nilai perekonomian Indonesia.

Kesepakatan tersebut kini masih dalam tahap Rancangan Undang-Undang (RUU) dan harus di-voting di Kongres AS, sebelum ditandatangani Presiden AS, Donald Trump.

Dengan gelontoran stimulus tersebut, perekonomian Negeri Paman Sam diharapkan masih bisa berputar meski sedang mengalami pandemi virus corona (COVID-19), dan akan berakselerasi kencang begitu COVID-19 berhasil dihentikan.

Membaiknya sentimen pelaku pasar tercermin dari rally bursa global dalam dua hari beruntun. Indeks Dow Jones di bursa saham AS bahkan mencatat kenaikan 11% di hari Selasa, menjadi kenaikan harian terbesar dalam 87 tahun terakhir. Dow Jones juga masih menguat Rabu kemarin, begitu juga dengan bursa saham Asia dan Eropa, hingga membukukan penguatan 2 hari beruntun.

Ketika sentimen pelaku pasar membaik, maka aset-aset berimbal hasil tinggi kembali menjadi target investasi, rupiah pun mendapat rejeki.

"Rupiah mengalami penguatan dan cenderung stabil. Sejak Selasa, mekanisme pasar berlangsung baik, bid-offer berlangsung. Terima kasih kepada pelaku pasar, juga eksportir, termasuk investor global," kata Perry Warijyo, Gubernur Bank Indonesia (BI), dalam briefing seputar perkembangan ekonomi terkini.



Perry juga mengatakan ada perkembangan positif di berbagai negara maju atas penanganan pandemi virus corona. Salah satu sentimen yang mempengaruhi positif pasar keuangan global ialah stimulus AS senilai US$ 2 triliun.

"Kita ikuti dari langkah-langkah bersama di berbagai negara maju atas pandemi COVID-19 ke kondisi keuangan maupun ekonomi. Kita dengar dengan positif bagaimana Senat AS setujui usulan untuk paket stimulus fiskal AS US$ 2 triliun."


TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading