Kabar dari Pasar yang Harus Diketahui Sebelum Mulai Transaksi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
26 March 2020 08:47
Kabar dari Pasar yang Harus Diketahui Sebelum Mulai Transaksi Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/3/2020) ditutup dengan posisi melemah sebesar 1,3% atau 51,9 poin ke level 3.937,63. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat libur sehari karena Hari Raya Nyepi pada Rabu (25/3/2020).

Berdasarkan data BEI, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,76 triliun. Meski demikian investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp 666 miliar.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Kamis (26/3/2020):



1. Jokowi Tangguhkan Cicilan, Begini Ketentuan yang Diatur OJK
Kebijakan pemerintah membatasi aktivitas dan mobilisasi masyarakat mulai menjadi beban bagi dunia usaha dan masyarakat menengah bawah. Ini menjadi pukulan telak bagi semua sektor usaha, tak terkecuali masyarakat yang berpenghasilan harian.

Rupanya ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan langsung menyampaikan sejumlah kemudahan kepada sejumlah sektor usaha serta masyarakat yang terkena dampak dari wabah virus corona atau Covid-19.

Kemudahan ini diberikan Kepala Negara setelah mendengar berbagai keluhan dari kalangan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang ojek dan supir taksi. Kebijakan tersebut ditransmisikan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memberikan kelonggaran kepada debitur perbankan.

"Keluhan yang saya dengar dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor atau mobil atau nelayan yang sedang memiliki kredit," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/3/2020).


2. Pasar Saham Terguncang, Jam Perdagangan Bursa Dipangkas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipangkas hanya sampai pukul 15.00 WIB mulai perdagangan awal pekan depan, Senin, 30 Maret 2020 hingga waktu yang diumumkan selanjutnya oleh otoritas pasar modal ini.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK, Yunita Linda Sari menyampaikan, perubahan jam perdagangan ini mempertimbangkan kondisi pasar saham yang mengalami tekanan yang dipengaruhi oleh pandemi virus corona atau COVID-19 dan penyesuaian jadwal kegiatan layanan operasional dan layanan publik Bank Indonesia, khususnya pemendekan jam operasional Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Mengacu data BEI sejak awal tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terkoreksi 37,49%. Mayoritas bursa saham di Asia Tenggara juga terkoreksi, seperti Filipina dengan pelemahan 38,91%, Thailand melemah 34,37%. Sedangkan Malaysia dan Singapura melemah masing-masing 26,71% dan 18,73%. Arus modal asing keluar karena aksi jual investor inilah yang menyebabkan tekanan di bursa saham regional dan global.


3. Cegah COVID-19, BCA & BTN Mulai Setop Operasional Cabang
Emiten perbankan mulai menerapkan kebijakan menyetop sementara operasional sebagian kantor cabang dan memaksimalkan pegawai bekerja dari rumah untuk menghindari penularan pandemi virus coron atau COVID-19.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, sudah menetapkan kebijakan tidak mengoperasikan lebih dari 30% kantor cabang di area Jabodetabek mulai hari ini, Selasa, 24 Maret 2020 hingga 2 April 2020 mendatang.

Sementara itu, bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga memaksimalkan kebijakan bekerja dari rumah menjadi 70% dan membatasi jam layanan. BTN juga menyesuaikan jam operasional kerja dan layanan dari jam 09.00 sampai dengan 15.00 yang mulai berlaku Senin, 23 Maret 2020.



4. Sempat Kisruh, IPO Nara Hotel Resmi Batal
Perusahaan perhotelan, PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA) membatalkan rencana mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indoneisa.

Dalam informasi yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Selasa, 24 Maret 2020, manajemen Nara Hotel telah menyampaikan permohonan pembatalan pendaftaran efek bersifat ekuitas melalui surat pada 23 Maret 2020 kepada KSEI.

"Bersama pengumuman ini kami informasikan bahwa penawaran umum perdana atas saham PT Nara Hotel Internasional Tbk dibatalkan," tulis pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Jasa Kustodian, Hartati Handayani dan Kepala Unit Pengelolaan Efek Divisi Jasa Kustodian.


5. Erick Rombak Direksi Jiwasraya, Tiga Nama Baru Masuk
Kementerian BUMN akhirnya merombak jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Rabu (18/3/2020).

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham Jiwasraya menyetujui penambahan satu direksi, yaitu Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mengangkat mantan direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), R. Mahelan Prabantarikso.

Sedangkan, dua nama lainnya adalah Angger Yuwono dan Farid Azhar Nasution, yang didapuk masing-masing sebagai Direktur Teknik dan Direktur Keuangan dan Investasi menggantikan dua nama yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut, Rianto Ahmadi dan Danang Suryono.


6. WFH Bikin Trafic Data XL Axiata Naik 15%, Terbesar Netflix
Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan kenaikan traffic data sepekan terakhir setelah diberlakukannya kebijakan bekerja dari rumah dan bejalar dari rumah selama 14 hari.

"Betul ada kenaikan 10-15% selama minggu lalu," terang Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Tri Wahyuningsih, saat dikonfirmasi CNBC, Selasa (24/3/2020).

Dalam media uptade yang disampaikan perseroan secara daring melalui Youtube, Senin kemarin (24/3/2020) terjadi perubahan pola kenaikan data selular sepanjang pekan kemarin terutama pada jam 9-12 siang karena banyak pegawai yang bekerja di rumah mengakses jaringan data melalui aplikasi telekonferensi dan pelajar yang mengakses aplikasi belajar dari rumah.


[Gambas:Video CNBC]




7. Jadi Bank Digital, Rugi Bank Artos Malah Bengkak 424% di 2019
Bank yang kini dikendalikan bankir Jerry NG dan Patrick Walujo, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) merilis laporan keuangan 2019. Hasilnya, perusahaan masih mencetak rugi bersih tahun berjalan di 2019 menjadi Rp 121,97 miliar, atau membengkak 424% dari rugi bersih tahun 2018 yakni Rp 23,29 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan ARTO yang dipublikasikan Selasa ini (24/3/2020), rugi bersih ini dicatatkan di tengah pendapatan bunga yang turun menjadi Rp 52,61 miliar, dari tahun sebelumnya Rp 67,46 miliar, sementara pendapatan bunga bersih juga turun 58% menjadi Rp 11,50 miliar dari Rp 27,50 miliar.

Bank yang dulu dipegang oleh Keluarga Arto Hardy ini mencatatkan rugi operasional Rp 91,72 miliar dari sebelumnya rugi operasional Rp 18,34 miliar, terutama karena besarnya penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 66 miliar dari sebelumnya hanya Rp 5,64 miliar.


8. Jinakkan Pasar! 60 Emiten Siap Guyur Buyback Saham Rp 20 T
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 23 Maret 2020 menunjukkan sebanyak 60 perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa saham Tanah Air siap meramaikan pasar dengan aksi pembelian kembali (buyback) saham di pasar sekunder dengan nilai mencapai lebih dari Rp 20,03 triliun.

Kebijakan buyback ini dilakukan emiten sesuai dengan arahan dan keputusan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Hingga Selasa pagi ini (24/3/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah ambles 30% sebulan terakhir dan secara tahun berjalan atau year to date indeks acuan utama BEI ini terkoreksi 35,44%. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading