Tunggu Kabar dari Washington, Bursa Saham Asia Merah

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
26 March 2020 08:47
Investor sepertinya masih hati-hati, menunggu pengesahan paket stimulus di Amerika Serikat (AS) yang tinggal melalui proses voting.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak cenderung melemah pada perdagangan pagi ini. Investor sepertinya masih hati-hati, menunggu pengesahan paket stimulus di Amerika Serikat (AS) yang tinggal melalui proses voting.

Pada Kamis (26/3/2020) pukul 08:43 WIB, berikut perkembangan indeks saham utama Asia:




Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup cenderung menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 2,39%, S&P 500 bertambah 1,15%, tetapi Nasdaq Composite masih terkoreksi 0,45%.


Investor menaruh harapan besar terhadap paket stimulus fiskal di AS yang jumlahnya mencapai US$ 2 triliun atau sekira Rp 32.907,12 triliun.

Sebagai gambaran, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2019 adalah Rp 15.833,9 triliun. Artinya, stimulus yang bakal digelontorkan pemerintahan Presiden Donald Trump bernilai lebih dari dua kali lipat nilai seluruh perekonomian Indonesia.

"Angkanya sangat impresif, besar sekali. Namun fokusnya adalah soal detail, siapa saja yang akan menikmati dan apakah cukup untuk membantu sebelum rumah tangga dan dunia usaha porak-poranda akibat virus corona," kata Moh Siong Sim, Analis di Bank of Singapore, sepert diberitakan Reuters.


Kini, pengesahan paket stimulus jumbo tersebut tinggal menunggu proses voting di Senat. Namun Reuters mengabarkan bahwa sudah ada kesepakatan informal antara pemerintah dan Senat sehingga kemungkinan besar paket ini akan gol.

"Jelas ini merupakan kabar baik kalau mereka sudah sepakat. Namun begitu sudah gol, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana implementasinya? Tentu akan ada jeda waktu, kita tidak tahu seberapa lama. Jadi sepertinya volatilitas di pasar masih akan tinggi," jelas Jason Teh, Chief Investment Officer di Vertium Asset Management yang berbasis di Sydney, sebagaimana diwartakan Reuters.



TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading