Corona Picu Asing Tarik Rp 10 T dari RI, IHSG Masih Rapuh

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
23 March 2020 08:07
Kali terakhir perekonomian dunia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) adalah pada 2009.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Indonesia tampaknya masih belum lepas dari tekanan. Perkembangan terbaru wabah virus corona atau COVID-19 membuat investor masih ragu untuk masuk ke pasar saham karena tanda-tanda dunia akan mengalami resesi semakin kuat.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters yang melibatkan 41 institusi di Benua Amerika dan Eropa, 31 di antaranya memperkirakan ekspansi ekonomi akan berhenti pada kuartal I tahun ini. Kali terakhir perekonomian dunia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) adalah pada 2009.

"Tidak ada keraguan. Ekspansi ekonomi terpanjang sepanjang sejarah akan berakhir kuartal ini. Sekarang masalahnya apakah kontraksi akan berlangsung lama sehingga menciptakan resesi?" kata Bruce Kasman, Head of Global Economic Research di JP Morgan, seperti dikutip dari Reuters.


Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,18% ke level 4.194,94 pada perdagangan akhir pakan lalu masih meragukan sebagai sinyal IHSG melanjutkan penguatannya pekan ini. Pasalnya penguatan IHSG tersebut disertai dengan nilai jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 749,07 miliar, pada perdagangan Jumat (20/3/2020).




Analis Teknikal Panin Sekuritas William Hartanto dalam risetnya hari ini menyebutkan penguatan IHSG terimbas sentimen penguatan Dow Futures bersamaan dengan bursa Asia lainnya.

"Namun penguatan ini nampak meragukan karena net sell asing yang besar. Oleh karena itu meskipun terbentuk pola hammer, ada potensi IHSG untuk menurun kembali pada hari ini, seperti yang pernah terjadi pada hari Jumat sebelumnya," tulis William dalam riset tersebut, di Jakarta, (23/3/2020).

Dalam riset tersebut, William memprediksi pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 4.000 s/d 4.250.

Secara year to date, akumulasi nilai net sell investor asing tercatat mencapai Rp 10,24 triliun. Sementara IHSG pada periode yang sama anjlok 33,41%.

Pandangan berbeda disampaikan oleh dalam riset MNC Sekuritas pagi ini.

"Kami memperkirakan posisi IHSG sudah mengkonfirmasi akhir dari wave 3 dari wave (3), dan saat ini IHSG sedang berada di awal wave 4 dari wave (3). Adapun kami perkirakan penguatan IHSG berada pada area 4,350-4,400, waspadai koreksi IHSG apabila menembus level 3,918 yang akan membuat IHSG membentuk wave 5 dari wave (3)," tulis riset MNC Sekuritas.

Riset ini menyebutkan, level support IHSG pada level 4.100 dan 3.800. Sementara level resisten berada pada level 4.300 dan 4.400.


Hingga Minggu (22/03/2020) jumlah pasien yang teridentifikasi positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia mencapai 514 orang. Sebanyak 48 orang meninggal dan 29 orang sembuh.

Sementara di dunia, berdasarkan data WHO jumlah penduduk dunia yang terinfeksi COVID-19 mencapai 294.000 orang dan 12.900 orang meninggal.

Lalu pagi ini, bursa saham Australia sudah menunjukkan respons negatif terhadap perkembangan virus corona. Indeks ASX terkoreksi 5,37% pada awal pembukaan.

Respons yang sama ditunjukkan bursa saham Korea Selatan, dimana indeks Kospi drop 5,59%. Sementara bursa saham Jepang, masih menunjukkan penguatan, tapi tipis banyak 0,03%.


[Gambas:Video CNBC]




(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading