Bablas! 10 Saham di LQ45 Anjlok 50% Lebih

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
18 March 2020 09:54
Bahkan sebanyak 10 saham di daftar LQ45 drop lebih dari 50%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak satupun saham di daftar LQ45 membukukan kinerja hijau sejak awal tahun hingga perdagangan kemarin, Selasa (17/3/2020). Bahkan sebanyak 10 saham di daftar LQ45 drop lebih dari 50%.

Berdasarkan data BEI, 10 saham di daftar LQ45 yang drop lebih dari 50%, yaitu; saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) anjlok 62,63% secara year to date. Lalu saham PT Barito Pasific Tbk (BRPT) drop 62,25%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) drop 60,6% dan PT PP Tbk (PTPP) drop 57,1%.

Lalu ada juga saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang drop 56,96%, PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) drop 56,29%, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) drop 54,4%, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 53,38%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berkurang 50,48% dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) drop 50%.



Virus corona atau Covid-19 benar-benar jadi momok bagi pasar saham domestik. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hampir 30% jika dihitung dari awal tahun hingga perdagangan perdagangan kemarin, Selasa (17/03/2020).

Berdasarakan data Bursa Efek Indoensia (BEI) koreksi IHSG secara year to date mencapai 29,25%. Sementara indeks LQ45 turun 32,61% atau merosot lebih dalam dibandingkan IHSG.

Virus corona yang terus mewabah di seluruh dunia telah menebar ketakutan bagi investor. Ada ancaman krisis global yang dibayangkan oleh para pemilik modal dampak dari kebijakan isolasi yang memutus mata rantai ekonomi dunia.

Epicentrum pertama Covid-19 berada di Wuhan, China dan menyebar ke seluruh negeri Tirai Bambu tersebut. Ekonomi China sempat mengalami guncangan, sejumlah lembaga keuangan dunia memprediksi pada kuartal I-2020 China hanya bisa membukukan pertumbuhan 3,5% berdasarkan konsensus Reuters beberapa waktu lalu.



Seiring waktu, wabah virus corona terus menyebar, ke Korea Selatan, Italia hingga Amerika Serikat. Berdasarkan data Worldometers, ada 164 negara dan teritori di dunia dengan satu angkutan (Diamond Princess) di mana corona menyebar.

Kasus corona sendiri kini bertambah menjadi 197.743, dengan angka kematian 7.954 dan pasien sembuh 81.691.

Kasus aktif sebanyak 108.098, dengan kondisi ringan sedang 101.078 (94%) dan kondisi serius 7.020 (6%).

Sedangkan kasus yang sudah selesai adalah 81,691 (91%) sembuh dan 7.954 (9%) meninggal.

Dari total jumlah tersebut, di Indonesia jumlah manusia yang terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 172 pasien. Di antara 172 pasien tersebut yang meninggal sudah mencapai 7 pasien.

Ketakutan terhadap penyebaran virus corona ini tampaknya belum berhenti. IHSG masih berpotensi terkoreksi, meski sebagian pelaku pasar menilai saat ini secara teknikal IHSG sudah berada pada level bottom dan valuasi saham-saham sudah sangat murah.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading