Wall Street Mau Bangkit, Bursa Asia-Pasifik Ikut Bergairah

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
17 March 2020 12:24
Saham berjangka Wall Street pada Senin malam (16/3/2020) waktu Amerika Serikat berbalik menguat setelah menderita kerugian besar.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham berjangka Wall Street menguat pada perdagangan siang ini. Diharapkan penguatan ini berlanjut ke perdagangan yang sebenarnya pada malam nanti waktu Indonesia.

Pada Selasa (17/2/2020) pukul 12:12 WIB, nilai futures indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 4,96%. Sementara S&P 500 melesat 5,02% dan Nasdaq 100 naik 3,37%.

Kemarin, Wall Street mengalami koreksi harian terdalam sejak 1987. 
DJIA anjlok 12,93%, S&P 500 ambles 11,98%, dan Nasdaq Composite ambrol 12,32%.



Koreksi yang sangat dalam tersebut membuka peluang untuk terciptanya technical rebound. Saham-saham yang sudah murah akan diburu investor sehingga Wall Street bakal terangkat.

Selain itu, pasar juga merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump. Melalui cuitan di Twitter, eks taipan properti itu mengungkapkan pemerintah siap memberi bantuan kepada industri-industri yang merasakan dampak penyebaran virus corona.

"(Pemerintah) AS akan sekuat tenaga mendukung sejumlah industri seperti penerbangan dan lainnya yang merasakan dampak virus China. Kita akan lebih kuat dari sebelumnya," cuit Trump



Pernyataan Trump merupakan angin segar bagi perusahaan penerbangan yang telah terpukul cukup jauh. Contohnya Boeing, yang harga sahamnya anjlok 60,21% secara year-to-date (YtD). Dukungan pemerintah diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan Boeing yang terpapar kelesuan sektor pariwisata akibat serangan virus corona.

Potensi penguatan Wall Street memberikan dorongan di saham Asia-Pasifik. Indeks S&P/ASX di Australia berhasil melonjak 3,35% pada pukul 12:22 WIB. Padahal tadi pagi indeks ini sempat melemah sampai 5%.

Demikian pula indeks Hang Seng di Hong Kong, yang menguat sampai 1,05%. Sementara indeks Shanghai Composite di China juga menguat, meski tipis saja di 0,14%.
 

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading