Trump Sebut Ancaman Resesi, Wall Street Jeblok 12%

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
17 March 2020 06:49
Wall Street, mengalami hari terburuk sejak 1987, pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2020).
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham AS, Wall Street, mengalami hari terburuk sejak 1987 pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2020). Kekhawatiran akan resesi mencuat di AS seiring ketidakpastian yang ditimbulkan virus corona.

Dow Jones anjlok 12,9% atau hampir 3.000 poin ke 20.188,52. Sementara S&P juga merosot hingga 12% menjadi 2.386,13 sedangkan Nasdaq juga melorot 12,3% ke 6.904,59.




Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya mengatakan ekonomi AS kini mungkin akan menuju resesi. Ini diutarakannya setelah melihat masukan dari sejumlah ekonom.

"Pasar akan mengurus dirinya sendiri," kata Trump kepada wartawan pada briefing dikutip dari AFP. "Pasar akan sangat kuat segera setelah kita menyingkirkan virus."

Sesi suram Wall Street terjadi setelah The Fed, bank sentral AS, mengumumkan serangkaian tindakan darurat pada Minggu malam. Termasuk menurunkan suku bunga di kisaran 0-0,25%.

Ada piramida ketidakpastian," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar untuk Prudential Financial. "Dan pasar meresponsnya."

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading