BUMN Bisa Tekor Gegara Corona, Apa Kata Erick?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 March 2020 11:47
Namun yang terpenting, kata Erick, pemerintah bisa memastikan proses bisnis berjalan.
Tangerang, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan persoalan potensi kerugian yang bakal dialami oleh sejumlah perusahaan BUMN di tengah langkah antisipasi pemerintah melawan penyebaran virus corona (COVID-19) bukan menjadi prioritas saat ini.

Namun yang terpenting, kata Erick, pemerintah bisa memastikan proses bisnis berjalan, karyawan bisa bekerja, dan penyebaran virus corona bisa diatasi. Hingga Selasa kemarin (10/3), pasien terinfeksi corona di Indonesia mencapai 27 orang.

"Saya rasa, rugi-untung bukan itu [prioritas saat ini]. Kalau tadi saya bilang yang namanya energy security, sebagai bangsa yang besar ini prioritas [lawan corona], termasuk ada epidemi ini [corona], kita gak bisa bicara untung rugi selama antisipasi. Kita harus pastikan dalam ekonomi seperti ini, kepastian orang bekerja kita jaga," tegas Erick di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020).



Erick mengatakan semua BUMN terkait ikut serta dalam upaya antisipasi penyebaran virus corona, mulai dari BUMN farmasi seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Bio Farma (Persero), PT Angkasa Pura I dan II, PT Pelindo I-IV, hingga perusahaan pelat merah lainnya seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Hal ini [antisipasi], semua negara melakukan hal sama supaya pertumbuhan ekonomi stabil. Kalau diihat, pertumbuhan ekonomi global akan turun tapi pasti gimana kita stabilkan," kata pendiri Mahaka Media ini.

Khusus untuk Angkasa Pura I dan II, perseroan, kata Erick sudah meningkatkan antisipasi memperketat jalur keluar dan masuk.


"Ga ada yang signifikan karena apa yang dilakukan AP I dan II sudah punya alat antisipasi jauh-jauh hari, cuma ditingkatkan. Jangan over react. Kita bicara matrik kedatangan dan keberangkatan bagaimana AP I dan I sinergi."

"Termasuk pelabuhan, kereta api, bahkan MRT juga sama. Kita bicara sinergi dalam hadapi masalah, harus sinkron. Gak ada maksud tonjolkan Kementerian BUMN, ini solusi yang kita lakukan, pemerintah pusat, daerah, kementerian terkait, perusahaan [swasta], TNI, Polri, masyarakat," tegas Erick.

Terkait dengan dampak yang dirasakan perusahaan swasta dan isu PHK (lay off), Erick mengatakan komitmen perusahaan swasta masih dijunjung tinggi di tengah upaya mengatasi corona ini.

"Saya rasa teman-teman swasta hari ini, kalau bicara kepentingan pribadi mereka lay off, tapi enggak [PHK], mereka tetap jaga tenaga kerja terus. Dan ini juga akan dilakukan BUMN dan swasta sinergi logistik dan lain-lain," katanya.

"Itu risiko [potensi rugi], karena BUMN hadir untuk menjaga kepastian ini. Yang gak boleh dirugikan itu [misalnya BUMN rugi karena dilakukan oleh] oknum. Kalau secara kebijakan, sudah selayaknya itu pertanggungjawaban, harus siap. Kalau secara oknum itu diantisipasi," katanya.

Pemerintah RI melaporkan 8 kasus infeksi corona baru (COVID-19) pada Selasa sore, menjadikan total infeksi di Indonesia sebanyak 27 orang sejauh ini. Sebelumnya pada Senin hanya ada total 19 kasus.

"Jadi total penambahan ada delapan orang positif," tegas Juru Bicara Pemerintah RI untuk COVID-19, Achmad Yurianto di Istana Negara, Selasa.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading