Harga Batu Bara Ogah Beranjak dari Level Terendah, Kenapa?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 March 2020 11:13
Harga batu bara kemarin menguat tipis 0,08% atau nyaris tak bergerak dari harga sebelumnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa kemarin, malahan nyaris tak bergerak. Sebelumnya harga batu bara anjlok dalam dan menyentuh level terendah sejak September 2019.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (10/3/2020) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup menguat tipis 0,08% ke level US$ 64,6/ton atau nyaris tak beranjak dari harga sebelumnya.

Sebelumnya harga batu bara jatuh mengekor anjloknya harga minyak. Namun rebound harga minyak dalam dua hari terakhir tak mampu mengangkat harga batu bara. Maklum kinerja impor batu bara di negara-negara kawasan Asia cenderung menurun dibanding tahun lalu.


Sejak awal bulan hingga kemarin, impor batu bara China menurut data Refinitiv sebesar 4,7 juta ton. Padahal tahun lalu pada periode yang sama impor batu bara China mencapai 5,9 juta ton.


Beralih ke Korea Selatan dan Jepang, kinerja impor batu bara kedua negara ini juga mencatatkan penurunan jika dibanding tahun lalu. Impor batu bara termal Korea Selatan dan Jepang sejak awal bulan sebesar 1,7 juta ton dan 2,7 juta ton.

Jumlah tersebut masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,7 juta ton dan 4,3 juta ton. Pada bulan Maret ini, Korea Selatan merencanakan untuk tidak mengoperasikan 21-28 pembangkit listrik bertenaga batu bara demi mengurangi emisi.

Perlu diketahui bersama, Korea Selatan memiliki kurang lebih 60 pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi dari batu bara yang menyumbang 40% suplai listrik negara tersebut.

Artinya upaya Korea Selatan untuk tak mengoperasikan pembangkit listrik ini jelas jadi risiko untuk sektor batu bara, terutama pasar batu bara jalur laut atau 'seaborne' Asia-Pasifik.

Sementara itu, India sebagai negara konsumen batu bara terbesar kedua setelah China juga mengimpor lebih sedikit batu bara dibanding tahun lalu pada periode awal Maret ini. Impor batu bara India sejak awal bulan sebesar 3,8 juta ton turun dari tahun lalu sebesar 4,6 juta ton.

Harga batu bara termal terutama dengan nilai kalori tinggi (> 6.000 Kcal/Kg) pada tahun ini memang masih diramal mengalami pelemahan, seperti tahun lalu.



TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading