Tenang! Bulan Depan, BUMN Siap Produksi 6 Juta Masker

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 March 2020 11:07
Kimia Farma tergabung dalam Holding BUMN Farmasi pimpinan PT Bio Farma (Persero).
Tangerang, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan perusahaan BUMN farmasi, salah satunya PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan memproduksi masker sebanyak 6 juta guna mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Kimia Farma tergabung dalam Holding BUMN Farmasi pimpinan PT Bio Farma (Persero), dengan sub-holding bersama PT Indofarma Tbk (INAF).

Erick mengatakan kendala saat ini ialah bahan baku untuk masker yang biasanya diandalkan dari China. BUMN farmasi, katanya, akan memproduksi 6 juta masker pada April mendatang guna mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanah Air mengingat sudah ada 27 pasien positif corona di Indonesia hingga Selasa sore kemarin (10/3).


Erick menegaskan jumlah produksi 6 juta masker tersebut hanya dari pabrikan BUMN farmasi.


"Hanya dari BUMN saja. Yang kita akan produksi 6 juta, bahan bakunya masih ada. Makanya kemarin saya bilang kalau [bahan baku dari ] China habis kita cari Eropa, sekarang Eropa mulai kejadian seperti ini ya kita mesti cari di India atau dari ini..Makanya ke depan masalah bahan baku masker ini yang kertas kecil itu kita kalau bisa buat sendiri kenapa tergantung negara lain," tegas Erick, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020).

Menurut Erick, stock masker saat ini jumlahnya naik turun tergantung dengan kebutuhan masyarakat di tengah wabah corona di Indonesia.

"Kita jujur stok masker di KAEF up and down tergantung kebutuhan. Kemarin saya cek di Jakarta aman, Manado kehabisan, di Padang aman," kata Erick.

"Ini kita coba produce lagi yang pasti di April itu bisa 6 juta, di Maret ini kita berusaha. Produksinya [April]. Kan produksi masker bukan kita aja, ada berapa puluh perusahaan, 30 kali ya."

Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo dalam kesempatan sebelumnya menegaskan stok masker kain untuk saat ini masih ada sekitar 4.000 dus. Harga per lembar masker ditetapkan sebesar Rp 2.000/lembar.

"Stok untuk masker kain kurang lebih kita ada 4.000 dus kali 50 lah ya [1 dus isi 50 lembar]. Jadi 215 ribu pcs [pieces, lembar]. Di seluruh Indonesia," kata Verdi saat mendampingi pantauan Menteri BUMN Erick Thohir di Apotek Kimia Farma Menteng, Rabu (4/3/2020).

"Kondisi sementara ini kami masih melakukan pemesanan 7,2 juta pcs. Yang untuk masker kain kami pastikan bahwa harga Rp 2.000 perak per pcs," kata Verdi.

Verdi Budidarmo menegaskan saat ini satu orang dibatasi membeli 2 pcs per hari dan
hand sanitizer belum dibatasi.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading