Airlangga Sebut PHK Indosat karena Persaingan Usaha

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
06 March 2020 13:43
Isu PHK tersebut mencuat di tengah situasi ekonomi sulit terdampak dari wabah virus corona yang terjadi di lebih dari 80 negara.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 677 karyawan PT Indosat Tbk (ISAT) bukan disebabkan karena dampak wabah virus corona, tetapi persaingan usaha.

Hal tersebut disampaikan oleh Airlangga merespons fenomena PHK yang terjadi di sejumlah perusahaan. Isu PHK tersebut mencuat di tengah situasi ekonomi yang sulit karena terdampak meluasnya wabah virus corona (COVID-19) yang terjadi di lebih dari 80 negara.

"Ya itu kan fenomena korporasi. Kalau Indosat kan kaitannya dengan persaingan. Kalau industrinya sebenarnya masih bagus," kata Airlangga, di Jakarta, Jumat (6/3/2020).



Airlangga menambahkan harus dibedakan penyebab PHK karena persaingan bisnis dengan masalah lainnya. Untuk itu harus didalami penyebab terjadinya PHK.

"Solusinya kalau masalah persaingan, namanya bisnis. Ya pasti ada persaingan. Tapi kalau masalah fundamental lain yang kita lihat," kata Airlangga.

Pada pertengahan Februari lalu, manajemen emiten telekomunikasi Indosat Ooredoo mengungkapkan persoalan PHK kepada 677 karyawannya. Hingga saat ini sudah 92% atau 622 karyawan yang setuju dengan penawaran yang diajukan.

Sebanyak 622 karyawan yang setuju di-PHK tersebut mendapatkan pesangon hingga 70 bulan gaji, sedangkan yang masa kerjanya paling sebentar yaitu di bawah 1 tahun mendapatkan 14 bulan gaji.


Namun secara rata-rata, pesangon yang diberikan sebesar 43 bulan gaji. Gaji karyawan terdampak PHK juga sudah dinaikkan 3-6%.

Irsyad Sahroni, Director dan Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, mengatakan reorganisasi ini adalah suatu tindakan yang berat namun sangat dibutuhkan agar Indosat Ooredoo dapat bertahan dan bertumbuh.

"Reorganisasi telah berjalan dengan baik dan lebih dari 90% karyawan yang terdampak sudah menerima," katanya dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (5/3/2020).

"Mereka juga sudah mengikuti berbagai program yang telah kami siapkan untuk karier selanjutnya, termasuk antara lain pelatihan entrepreneurship, investasi, career couching dan juga kesempatan untuk bergabung bersama mitra Managed Service kami," tegasnya.

Adapun bagi 53 orang yang menolak keras PHK, Isyad menghargai keputusan tersebut.

"Kami menghargai perbedaan pandangan dari sebagian kecil karyawan terdampak yang tidak dapat menerima tawaran kami, yang menurut data kami hingga hari hanya sebanyak 53 orang saja. Kami menghargai hak mereka untuk menempuh jalur hukum yang berlaku," katanya.

Dia juga membantah jika ada intimidasi dalam penyampaian rencana PHK kepada 677 karyawan. Masing-masing karyawan dipanggil secara terpisah dan dijelaskan hak yang akan didapatkan jika setuju dirumahkan.

"Tidak ada intimidasi," ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading