Tawarkan PHK 677 Karyawan, Ini Potret Kinerja Indosat di 2019

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
15 February 2020 18:21
Tawarkan PHK 677 Karyawan, Ini Potret Kinerja Indosat di 2019 Foto: detik.com/Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Indosat Tbk (ISAT) akhirnya mengumumkan rencana penawaran pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 677 karyawan. Per Jumat kemarin (14/2/2020), dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80% telah setuju atau sekitar 541 orang menerima paket kompensasi.

"Kami mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak, serta memberikan paket kompensasi yang jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh undang-undang bagi karyawan yang terkena dampak," kata Direktur dan Chief of Human Resources ISAT, Irsyad Sahroni, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, (15/2/2020).

"Kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut," kata Irsyad.


Dia menjelaskan bahwa Indosat Ooredoo melakukan perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.


"Kami akan terus melanjutkan strategi 3 tahun untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih lincah dan terpercaya. Hari ini kami telah mengumumkan langkah baru untuk menyesuaikan organisasi kami dengan perubahan kebutuhan pasar," ungkapnya.

"Kami telah mengkaji secara menyeluruh semua opsi, hingga pada kesimpulan bahwa kami harus mengambil tindakan yang sulit ini, namun sangat penting bagi kami untuk dapat bertahan dan bertumbuh," jelasnya.

Lalu bagaimana dengan kinerja Indosat sepanjang tahun 2019 per September?

Data laporan keuangan per September 2019 atau 9 bulan, perseroan masih menderita rugi bersih Rp 284,59 miliar, menyusut 82% dari rugi bersih sebelumnya Rp 1,54 triliun. Rugi bersih yang berhasil ditekan itu terjadi seiring dengan pendapatan perusahaan yang naik pada periode tersebut.

Total pendapatan ISAT pada periode tersebut naik 12,40% menjadi Rp 18,85 triliun dari sebelumnya Rp 16,77 triliun. Pendapatan terbesar dari bisnis selular naik menjadi Rp 15,08 triliun dari sebelumnya Rp 13,18 triliun.


Adapun pendapatan lainnya dari multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) naik menjadi Rp 3,25 triliun dari Rp 3,03 triliun, Sementara sisanya dari bisnis telekomunikasi tetap yang turun menjadi Rp 520,35 miliar dari Rp 568,79 miliar pada periode yang sama 2018.

Kendati pendapatan naik, beban ISAT juga masih tinggi dan meningkat.

Total beban naik menjadi Rp 17,33 triliun dari Rp 16,59 triliun, terutama dari beban penyelenggaraan jasa, beban penyusutan dan amortisasi, beban pemasaran, dan beban umum administrasi. Namun ada efisiensi dari beberapa beban yakni beban karyawan dan adanya keuntungan seluruh kurs.

Mengacu laporan keuangan per September itu, Grup Indosat yang dipimpin oleh Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama ini mempunyai sekitar masing-masing 3.697 dan 3.700 karyawan (tidak diaudit), termasuk karyawan tidak tetap, pada September 2019 dan 31 Desember 2018. 

ISAT dikendalikan oleh Ooredoo Q.P.S.C, Qatar (sebelumnya Qatar Telecom QSC). Ooredoo adalah entitas induk utama dari Indosat dan entitas anaknya. Adapun entitas induk langsung dari perusahaan adalah Ooredoo Asia Pte. Ltd., sebelumnya Qatar Telecom (Qtel Asia) Pte. Ltd., Singapura.

Dalam pengumuman kepada karyawan Jumat kemarin, President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama juga menyampaikan tiga perubahan vital terhadap bisnis Indosat Ooredo.

 

Foto: Direktur Utama Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz Al-Neama (kiri) berjabat tangan dengan Komisaris Indosat Ooredoo, Chris Kanter (kanan) yang disaksikan oleh Komisaris Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (tengah) seusai RUPS LB di Jakarta (1/8). Doc.ISAT


Pertama
, memperkuat tim regional agar lebih cepat mengambil keputusan dan lebih dekat dengan pelanggan. Kedua, pengalihan penanganan jaringan ke pihak ketiga, penyedia jasa Managed Service, sejalan dengan praktik terbaik di industri.

Adapun ketiga, rightsizing organisasi, menambah SDM untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, serta merampingkan SDM di beberapa fungsi bisnis.

Lebih lanjut, Irsyad mengatakan pihaknya percaya bahwa langkah ini akan meningkatkan kinerja Indosat, membantu perseroan tetap kompetitif di tengah tantangan disrupsi, mengoptimalkan layanan, dan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

"Ini adalah salah satu langkah strategis dalam menjadikan Indosat Ooredo sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang terpercaya," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading