Rugi Rp 18 T & Ekuitas Negatif, Begini Kondisi Jiwasraya 2019
28 February 2020 15:50

Jakarta,CNBC Indonesia - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah terguncang karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, dan gagal bayar dana nasabah yang jatuh tempo.
Risk based capital atau RBC Jiwasraya berada di angka minus 1.307%, di bawah batas minimal RBC yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
RBC adalah rasio solvabilitas yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan asuransi.
Melihat kondisi Jiwasraya yang memiliki tunggakan besar kepada para nasabah, pemerintah pun sebagai pemegang saham 100% Jiwasraya, mulai menyiapkan sejumlah skema penyelamatan.
Dalam data laporan keuangan 2019 (unaudited) yang diterima CNBC Indonesia, Jiwasraya tercatat mengalami kerugian Rp 18,35 triliun. Rugi ini naik dari 2018 yang nilainya Rp 15,83 triliun. Sementara pada 2016 dan 2017, Jiwasraya masih tercatat untung masing-masing Rp 1,71 triliun dan Rp 360 miliar.
Ekuitas asuransi BUMN ini juga tercatat minus Rp 28,57 triliun, angka ini lebih parah dari 2018 yang tercatat minus Rp 10,2 triliun.
Jumlah aset Jiwasraya per akhir 2019 tercatat Rp 22,03 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 36,83 triliun. Rincian aset tersebut adalah sebagai berikut:
Sementara total kewajiban Jiwasraya per akhir 2019 adalah Rp 50,61 triliun, naik dari 2018 yang besarnya Rp 47,03 triliun.
Kewajiban tersebut berupa:
(wed/wed)
Risk based capital atau RBC Jiwasraya berada di angka minus 1.307%, di bawah batas minimal RBC yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
RBC adalah rasio solvabilitas yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan asuransi.
Melihat kondisi Jiwasraya yang memiliki tunggakan besar kepada para nasabah, pemerintah pun sebagai pemegang saham 100% Jiwasraya, mulai menyiapkan sejumlah skema penyelamatan.
Dalam data laporan keuangan 2019 (unaudited) yang diterima CNBC Indonesia, Jiwasraya tercatat mengalami kerugian Rp 18,35 triliun. Rugi ini naik dari 2018 yang nilainya Rp 15,83 triliun. Sementara pada 2016 dan 2017, Jiwasraya masih tercatat untung masing-masing Rp 1,71 triliun dan Rp 360 miliar.
Ekuitas asuransi BUMN ini juga tercatat minus Rp 28,57 triliun, angka ini lebih parah dari 2018 yang tercatat minus Rp 10,2 triliun.
Jumlah aset Jiwasraya per akhir 2019 tercatat Rp 22,03 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 36,83 triliun. Rincian aset tersebut adalah sebagai berikut:
- Deposito Rp 730 miliar, turun dari 2018 yang nilainya Rp 1,23 triliun
- Saham Rp 1,9 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 3,77 triliun
- Reksa dana Rp 4,73 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 16,33 triliun
- Obligasi korporasi Rp 690 miliar, turun dari 2018 yang nilainya Rp 1,42 triliun
- Surat utang negara Rp 3,16 triliun, naik dari 2018 yang nilainya Rp 3,11 triliun
- Tanah dan bangunan Rp 6,72 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 8,69 triliun
- Aset lain-lain Rp 4,1 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 2,28 triliun
Sementara total kewajiban Jiwasraya per akhir 2019 adalah Rp 50,61 triliun, naik dari 2018 yang besarnya Rp 47,03 triliun.
Kewajiban tersebut berupa:
- Cadangan Rp 33,87 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 39,08 triliun
- Utang klaim Rp 13,11 triliun, turun dari 2018 yang nilainya Rp 4,75 triliun
- Kewajiban lain-lain Rp 3,63 triliun, naik dari 2018 yang nilainya Rp 3,19 triliun
Artikel Selanjutnya
OJK Pastikan akan Lindungi Nasabah & Industri Asuransi
(wed/wed)