Indosat Cetak Laba Rp 1,5 T di 2019, Saham ISAT Belum Pulih

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 February 2020 13:55
PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun pada tahun 2019, dari tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian Rp 2,40 triliun.

Dengan demikian, laba per saham juga meningkat menjadi Rp 288,74 per saham dari tahun sebelumnya minus Rp 442,38 per saham.

Mengacu laporan keuangan perusahaan yang dipublikasi di media massa, Senin (24/2/2020), perusahaan telekomunikasi dengan kode saham ISAT ini membukukan kenaikan pendapatan 11,40% menjadi Rp 26,11 triliun dari tahun sebelumnya Rp 23,13 triliun.


Pos selular menyumbang porsi pendapatan terbesar dengan kenaikan 12,80% menjadi Rp 20,67 triliun dari tahun sebelumnya Rp 18,02 triliun. Sedangkan, dari multimedia, komunikasi data dan internet menyumbang kontribusi pendapatan Rp 4,78 triliun dari tahun sebelumnya Rp 4,38 triliun. Sisanya, dari telekomunikasi tetap sebesar Rp 662,47 miliar.


Meningkatnya pendapatan perseroan juga sejalan dengan berkurangnya beban penghasilan ISAT sepanjang tahun 2019. Tercatat, jumlah beban turun 7,26% menjadi Rp 21,88 triliun dari tahun lalu Rp 23,60 triliun.

Pada tahun 2019, perseroan mendapat dana segar dari penjualan menara senilai Rp 2,56 triliun dan keuntungan bersih atas penerimaan aset sebesar Rp 534,69 miliar.

Tahun lalu, kedua pos ini belum memberikan kontribusi. Di sisi lain, menguatnya mata uang Garuda juga menyebabkan selisih kerugian kurs berkurang menjadi Rp 2,61 miliar dari tahun sebelumnya Rp 25,87 miliar.

Sepanjang tahun lalu, jumlah aset perseroan tercatat sebesar Rp 62,81 triliun dari tahun sebelumnya Rp 53,13 triliun.

Sementara itu, liabilitas tercatat Rp 49,10 triliun dan jumlah ekuitas Rp 13,70 triliun.


Merespons dirilisnya laporan keuangan perseroan, pada perdagangan Senin (24/2/2020), harga saham ISAT terpantau menguat 0,91% ke level Rp 2.220 per saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar ISAT di BEI mencapai Rp 12,06 triliun.

Secara year to date atau tahun berjalan, saham ISAT masih minus 24% dengan catatan net sell asing Rp 36,34 miliar.

Pada pertengahan Februari ini, manajemen ISAT juga secara resmi mengumumkan rencana penawaran pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 677 karyawan sejalan dengan perubahan bisnis.

Per Jumat (14/2/2020), dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80% telah setuju atau sekitar 541 orang menerima paket kompensasi, seperti dikutip keterangan resmi, Sabtu (15/2/2020). Adapun hingga 20 Februari 2020, jumlah karyawan yang telah menyatakan menerima secara tertulis kesepakatan PHK mencapai lebih dari 90% dari karyawan yang terdampak.

"Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah karena periode pernyataan kesepakatan untuk mendapatkan paket kompensasi khusus masih dibuka sampai dengan Jumat, 21 Februari 2020," tulis manajemen ISAT.

"Kami mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Direktur dan Chief of Human Resources ISAT, Irsyad Sahroni.

"Mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak, serta memberikan paket kompensasi yang jauh lebih baik dari yang dipersyaratkan oleh undang-undang bagi karyawan yang terkena dampak,"

"Kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut," kata Irsyad.


Irsyad menjelaskan bahwa Indosat Ooredoo melakukan perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.

"Kami akan terus melanjutkan strategi 3 tahun untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih lincah dan terpercaya. Hari ini kami telah mengumumkan langkah baru untuk menyesuaikan organisasi kami dengan perubahan kebutuhan pasar," ungkapnya.

"Kami telah mengkaji secara menyeluruh semua opsi, hingga pada kesimpulan bahwa kami harus mengambil tindakan yang sulit ini, namun sangat penting bagi kami untuk dapat bertahan dan bertumbuh," jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading