5 Cara Erick Thohir Pecut BUMN Agar Cepat Berlari

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 February 2020 16:26
Ada lima poin yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja BUMN.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menyusun road map pengembangan perusahaan pelat merah. Ada lima poin yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja BUMN.

Lima poin road map BUMN tersebut disampaikan Erick saat berbincang dengan awak media di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (21/2/2020).

Pertama, kata Erick, BUMN tidak hanya berorientasi pada bisnis. Perusahaan pelat merah juga punya tanggung jawab untuk memberikan pelayanan publik (public service). Untuk itu, BUMN harus punya cara untuk menyeimbangkan.



Kedua, inovasi bisnis model. Dari sekian banyak perusahaan pelat merah, Kementerian BUMN ingin tiap perusahaan fokus pada industrinya.

"Kalau ditanya super holding itu beda konsepnya, sekarang kita sub holding. Kalau super kan dijadikan satu, sekarang kluster, di kluster kita mau ada fokus bisnisnya supaya lebih terkontrol dan lebih bisa kompetitif karena value chain-nya nyambung dan ciptakan keahlian dan bisa bersaing," jelas Erick.

Ketiga, Erick berbicara soal disrupsi. Biasanya, kata Erick, walaupun masing-masing BUMN sudah ada fokus tapi disrupsi teknologi bisa menjadi kendala. Mau tidak mau BUMN harus bersahabat dengan teknologi.

"Jadi kita ingin bukan hanya ngerti teknologi yang ada hubungan dengan usahanya," kata Erick. 

Erick mencontohkan, pemanfaatan teknologi untuk batu bara. Baru bara kualitas bagus biasanya cooking coal digunakan untuk industri baja. Batu bara kualitas menengah untuk pembangkit listrik dan kalau kualitas rendah bisa digasifikasi yang menghasilkan methanol.


Demikian pula dengan bisnis data cloud yang saat ini tidak bisa dihindari dan menjadi kebutuhan banyak orang. "Sayang sekali bisnis itu ga mulai kita lakukan. Karana income perusahaan cloud itu banyak incomenya dibanding hanya suara," jelas Erick.

Keempat, lanjut Erick, terkait investasi. Investasi yang dilakukan BUMN harus jelas hitungannya untuk agar profitabilitas tetap terjaga.

"Ga bisa kan semuanya padamu negeri, ada hitungannya. Urusan padamu negeri tetap dihitung jadi proses bisnisnya harus benar," tegas Erick.

Dalam konteks ini, Erick menegaskan BUMN tidak bisa melakukan bisnis yang tidak visible secara bisnis. Apalagi jika bisnis yang dijalankan tersebut akhirnya berujung pada kasus hukum.

Selain itu, jika investasi BUM tersebut menggandeng pihak asing, harus terjadi alih teknologi. Indonesia tidak bisa hanya menjadi pasar saja, harus ada nilai tambah yang didapat.

[Gambas:Video CNBC]



Kelima, terkait dengan talenta atau sumber daya BUMN. Menurut Erick pembangunan talenta harus diutamakan karena kerangka kerja BUMN harus menganut prinsip GCG.

"Makanya akhlak penting tapi ga bisa hanya slogan. Pembangunan talenta itu digalakkan makanya kita tunggu Deputi SDM dengan strategi besar," jelas Erick.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading