Sepekan Harga Batu Bara Anjlok 4%, Ini Biang Keroknya

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
21 February 2020 10:49
Harga batu bara kontrak futures melemah di tengah merebaknya virus corona karena sentimen negatif dari India
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kontrak berjangka pada perdagangan Kamis kemarin (20/2/2020) masih melanjutkan tren koreksinya walau tipis. Saat ini dua sentimen utama yang menggerakkan harga batu bara adalah infeksi virus corona dan kabar India yang mendorong penggunaan sumber energi ramah lingkungan.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara kontrak futures ICE Newcastle ditutup melemah tipis 0,07% ke level US$ 67,1/ton. Sejak awal pekan ini hingga kemarin harga batu bara telah terkoreksi 4%.

Hampir dua bulan, virus corona masih saja menelan korban baru dan belum menunjukkan tanda-tanda dapat dijinakkan. Walau kini sudah menginfeksi 29 negara selain China, kasus paling banyak masih ditemukan di China sebagai pusat awal penyebaran virus.



Menurut data terbaru yang dirilis oleh Johns Hopkins University CSSE, sampai dengan hari ini sudah ada 75.043 kasus orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Jumlah korban meninggal di China akibat infeksi patogen ganas ini juga sudah mencapai 2.236 orang.

Hal ini membuat lahan-lahan tambang terutama tambang batu bara di China menjadi tidak beroperasi. Akibatnya produksi batu bara China terganggu dan turun lebih dalam dari penurunan permintaan batu bara. Hal ini sempat membuat harga batu bara naik.

Namun harga batu bara setelah itu tertekan oleh sentimen lain yang datang dari India. Reuters melaporkan, India juga berencana untuk menghentikan impor batu bara termal dimulai pada akhir tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh menteri batu bara dan pertambangan India Pralhad Joshi dalam acara wokshop nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'Chintan Shivir'.


Perdana Menteri Narendra Modi berencana untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kebijakan bauran energi di negaranya. Reuters melaporkan porsi energi terbarukan India pada 2030 ditargetkan mencapai 40% dari saat ini 23,3%.

Selain itu sektor energi batu bara India saat ini sedang tertekan terutama karena biaya energi terbarukan yang semakin murah. Setelah membangun pembangkit listrik berbahan bakar batu bara secara masif dalam kurun waktu 7 tahun (2010-2016), pembangunan dalam tiga tahun terakhir agak melambat.

Sepekan Harga Batu Bara Anjlok 4%, Ini Biang KeroknyaFoto: CNBC

Pada 2010-2016 India menambah kapasitas pembangkit listrik dengan bahan bakar batu baranya sebanyak 106 Gigawatt (GW). Artinya per tahun ada tambahan sebanyak 15,2 GW. Setelah itu laju pertambahannya melambat.

Pada 2017 India menambah kapasitasnya sebanyak 8,8 GW, dilanjutkan pada 2018 sebanyak 8,4 GW dan 2019 yang hanya 8,2 GW.

Walau India mulai beralih ke sumber energi lain, bukan berarti sektor batu bara India akan mati secara langsung. Bahkan hingga 2030 nanti batu bara masih menguasai setengah dari pangsa pasar energi terutama pembangkit listrik di India.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading