BI Pangkas Suku Bunga, IHSG Menguat 4 Hari Beruntun

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 February 2020 17:54
BI Pangkas Suku Bunga, IHSG Menguat 4 Hari Beruntun
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan empat hari beruntun pada perdagangan Kamis (20/2/2020), stimulus moneter di China dan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) memberikan sentimen positif ke pasar.

IHSG langsung menguat 0,21% begitu perdagangan dibuka, setelahnya penguatan terus bertambah hingga 0,54% ke 5.960,713. Tetapi sayangnya penguatan terpangkas hingga 0,11% di 5.935,434 di akhir sesi I.

Memasuki perdagangan sesi II, BI yang memangkas suku bunga menambah tenaga bagi IHSG hingga mengakhiri perdagangan di level 5.942,487, menguat 0,23%.




Sebelum BI mengumumkan suku bunga, bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) pagi tadi kembali memangkas suku bunga yang membuat bursa saham Asia ceria, termasuk IHSG.

PBoC menurunkan suku bunga acuan kredit perbankan (Loan Prime Rate/LPR). Untuk LPR tenor setahun turun dari 4,15% menjadi 4,05%, sementara lima tahun turun dari 4,8% menjadi 4,75%.

Di awal pekan PBoC juga menurunkan suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF) tenor setahun dari 3,25% menjadi 3,15%. Selain itu PBoC juga akan menggelontorkan dana senilai US$ 29 miliar dalam bentuk pinjaman jangka menengah.

Bukan di pekan ini saja China bertindak, di awal bulan lalu PBoC sudah menurunkan suku bunga reverse repo tenor 7 hari i menjadi 2,4%, sementara tenor 14 hari diturunkan menjadi 2,55%. Selain itu PBoC menyuntikkan likuiditas senilai 1,7 triliun yuan (US$ 242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka.

Stimulus yang diberikan PBoC diharapkan mampu meredam dampak wabah cirus corona atau Covid-19 ke perekonomian. Virus yang sudah menewaskan lebih dari 2.000 orang di China tersebut diprediksi akan memangkas pertumbuhan ekonomi negeri Tiongkok tahun ini.



Hasil riset S&P memprediksi produk domestic bruto (PDB) Negeri Tiongkok akan terpangkas hingga 1,2%. Kemudian, Reuters melakukan jajak pendapat terhadap 40 ekonom yang hasilnya pertumbuhan ekonomi China kuartal I-2019 diperkirakan sebesar 4,5%. Jauh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 6%. Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020, proyeksinya adalah 5,5%. Juga jauh melambat dibandingkan realisasi 2019 yang sebesar 6,1%.

Bank Dunia mengatakan pelambatan ekonomi China sebesar 1% dapat membuat ekonomi Indonesia melambat 0,3%. Itu artinya, perekonomian Indonesia bisa melambat lebih dari 0,3% di kuartal I-2020.

Sementara itu dari dalam negeri, setelah melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari, BI memutuskan memangkas suku bunga 7 Days Reverese Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%," kata Perry, Kamis (20/2/2020).



Dengan pemangkasan suku bunga tersebut, diharapkan roda perekonomian dalam negeri lebih terpacu untuk meredam efek pelambatan ekonomi China. BI menilai dampak penyebaran virus Corona bersifat V-Shape, artinya penurunan akan terjadi dengan cepat, tetapi pemulihan juga memakan waktu tidak lama.

BI juga memberikan update proyeksi pertumbuhan ekonomi dua tahun ke depan, meski proyeksi dipangkas tetapi BI masih optimistis pertumbuhan ekonomi akan di atas 5%.

Untuk tahun ini, BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 5%-5,4% dari sebelumnya 5,1%-5,5%. Sementara untuk tahun 2021, pertumbuhan ekonomi diprediksi lebih tinggi 5,2%-5,6%.


TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading