Ada Kabar Bagus dari China, IHSG Naik 0,52% di Sesi I

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 February 2020 12:37
Perkembangan wabah virus corona atau yang disebut Covid-19 masih menjadi perhatian utama.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I Rabu (19/2/2020) di zona hijau, melanjutkan performa positif sejak awal pekan.

Begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung menguat 0,2% ke 5.898,9. Apresiasi IHSG terus bertambah hingga 0,57% sebelum terpangkas di akhir sesi I menjadi 0,52% di 5.917,671.

Perkembangan wabah virus corona atau yang disebut Covid-19 masih menjadi perhatian utama.


Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis, jumlah korban meninggal kini lebih dari 2.000 orang, tepatnya 2.009 orang. Sementara jumlah yang terjangkit kini lebih dari 75.000 orang.



Jumlah tersebut meningkat drastis, hari sebelumnya korban meninggal dilaporkan sebanyak 1.875, dengan jumlah yang terjangkit lebih dari 73.000 orang.
Padahal sebelumnya penambahan jumlah kasus sudah mulai melandai. Hal tersebut sesuai seperti yang pernyataan oleh ahli imunologi dan anggota satuan tugas Covid-19 AS, Anthony Faucy mengatakan China memang melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dan terjangkit lebih sedikit dari sebelumnya, tetapi bukan berarti wabah virus corona mulai melambat.

"Kita harus melihat beberapa hari sebelum menentukan apakah itu benar atau itu hanya variasi yang umumnya terjadi" kata Fauci sebagaimana dilansir CNBC International. Sementara itu analis dari Raymond James mengatakan "hal yang terburuk masih belum datang" dari wabah virus corona.

Meski demikian China mengirim kabar bagus. CNBC International yang mengutip media China melaporkan lebih dari 80% BUMN atau sekitar 20.000 anak perusahaan manufaktur sudah mulai beroperasi di Negeri Tiongkok.

Dengan mulai beroperasinya BUMN di China diharapkan mampu meredam dampak Covid-19 ke perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Selain itu dari dalam negeri, para pelaku pasar menanti pengumuman suku bunga dari Bank Indonesia (BI) Kamis besok.



Menurut poling yang dihimpun CNBC Indonesia, pasar terbelah. Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus pasar CNBC Indonesia, enam di antaranya memperkirakan suku bunga acuan bertahan di 5%. Sisanya meramal BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Sementara itu polling Reuters menunjukkan BI diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 4,75%.

Pemangkasan suku bunga tentunya diharapkan akan lebih memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemungkinan juga akan terseret pelambatan ekonomi China.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading