Roundup

Mandiri RUPST Siang Ini, Bank BRI Bagi Dividen Rp 20 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 February 2020 08:32
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin (18/2/2020) ditutup dengan posisi menguat.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin (18/2/2020) ditutup dengan posisi menguat 0,33% di 5.886,96.

Sementara itu dari bursa utama Asia, hingga akhir perdagangan indeks Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, dan Kospi Korea Selatan masing-masing anjlok sekitar 1,5%, hanya Shanghai Composite China yang berhasil berbalik menguat tipis 0,05%.

Terdapat beberapa kabar pasar kemarin yang layak disimak untuk dijadikan pertimbangan dalam berinvestasi.


1. Bagikan Dividen Rp 20,6 T, Ini Hasil RUPS BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Dalam rapat tersebut, Bank BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 60% dari laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp 34,4 Triliun. Sehingga, dividen yang dibagikan BRI tahun ini sebesar Rp.20,6 Triliun atau sekitar Rp 168,1 per lembar saham.

Angka ini naik 27,2% dibandingkan dengan dividen yang dibagikan BRI pada tahun lalu sebesar Rp.16,2 Triliun atau sekitar Rp 132,2 per lembar saham. Sedangkan Earning Per Share (EPS) perseroan di tahun 2019 sebesar Rp 279, naik 6,1% dibandingkan EPS tahun 2018 sebesar Rp 263.


2. Bayar Kupon Obligasi, Suspensi Saham Tiphone Dibuka
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka perdagangan saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk(TELE) dan obligasinya mulai sesi I perdagangan efek Rabu (19/2/2020), setelah sebelumnya dihentikan sementara (suspensi).

Dalam pengumuman yang disampaikan BEI Selasa (18/2/2020), BEI resmi akan membuka suspensi saham dan obligasi TELE setelah merujuk pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor 2479/DIR/0220, perihal Konfirmasi Pembayaran Bunga ke-4 dan Pelunasan atas Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap I Tahun 2019.

3. Bank Mandiri Gelar RUPST, Chatib Basri Jadi Komut?
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) besok, Rabu (19/02/2020). Dalam RUPST ini salah satu agendanya adalah pergantian pengurus, khususnya posisi komisaris.

Sumber CNBC Indonesia yang mengetahui rencana pergantian komisaris Bank Mandiri tersebut mengatakan, Chatib Basri akan diangkat menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri.

4. Terendah 2 Tahun, Kontrak Baru WIKA Turun 18,56% selama 2019
Sepanjang 2019, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat nilai kontrak baru (unaudited) sebesar Rp 41,18 triliun, atau turun 18,56% dibandingkan 2018 senilai Rp 50,6 triliun.

Hal tersebut terungkap Presentasi direksi WIKA dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (17/2/2020).

Perolehan kontrak WIKA yang dipimpin oleh Tumiyana sebagai Direktur Utama ini, pada 2019 bahkan lebih rendah dibandingkan 2017 yang saat itu hanya Rp 42,40 triliun.


5. Ekspansi ke China, PGN Kerja Sama dengan WnD (Liaoning) Heavy
Dalam rangka optimalisasi portofolio LNG dengan memperluas bisnis LNG di pasar internasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bekerja sama dengan perusahaan EPC dan Manufacturer asal China, WnD (Liaoning) Heavy Industry Co., Ltd.

Perjanjian kerjasama ditandatangai oleh Syahrial Mukthar selaku Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN dan Zhu Yanping William selaku Direktur Utama WnD (Liaoning) Heavy Industry Co., Ltd., Jumat (7/02/2020).

6. Utang Menggunung, Laba Bersih ADHI Terendah di BUMN Karya
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan lonjakan rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) ke posisi 4,35 kali pada 2019, naik dibandingkan angka 2018 yakni 3,79. Peningkatan DER juga seiring dengan peningkatan liabilitas perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal tersebut terungkap dalam Presentasi direksi ADHI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (17/2/2020).

Perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan liabilitas jangka pendek atau dibawah 1 tahun naik 26,05% sepanjang 2019 menjadi Rp 23,9 triliun, dari posisi 2018 senilai Rp 18,96 triliun. Sementara liabilitas jangka panjang pun tidak kalah naik signifikan menjadi Rp 6,01 triliun, atau naik 23,40% dari Rp 4,87 triliun.

7. Laba Bersih PTPP di 2019 Diproyeksi Ambles 38% Jadi Rp 1,2 T
Emiten konstruksi PT PP Tbk (PTPP) memproyeksi penurunan kinerja dari sisi kontrak baru hingga laba. Kontrak baru yang diperoleh PTPP ambles 22,87% menjadi Rp 33,54 triliun, dari kontrak baru 2018 senilai Rp 43,49 triliun.

Hal tersebut terungkap dalam Presentasi direksi PTPP dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (17/2/2020).

Dalam presentasi terungkap perolehan kontrak baru ini bisa dibilang terendah sejak 2017, dengan jumlah Rp 44 triliun. Turunnya kontrak baru juga berimbas pada penurunan penjualan menjadi Rp 24,67 triliun, dari 2018 senilai Rp 25,11 triliun.

8. Elnusa Cetak Laba Rp 356 M di 2019, Sahamnya Melejit
Perusahaan jasa minyak dan gas, PT Elnusa Tbk (ELSA), membukukan laba bersih sepanjang tahun lalu menjadi Rp 356,47 miliar, atau naik 29% dari tahun sebelumnya Rp 276,31 miliar seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan.

Mengacu laporan keuangan ELSA 2019 yang dipublikasikan, kenaikan laba bersih ini ditopang dengan pendapatan perusahaan yang naik 27% menjadi Rp 8,39 triliun dari tahun sebelumnya Rp 6,62 triliun.



9. Lewati Target, Adaro Produksi 58 Juta Ton Batu Bara di 2019
Produksi batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang tahun 2019 mencapai 58,03 juta ton, atau 7% lebih tinggi dari pencapaian produksi tahun 2018 dan melampaui target produksi pada 2019 yang ditetapkan sebesar 54-56 juta ton.

Produksi Adaro tersebut berasal dari PT Adaro Indonesia (AI), Balangan Coal Companies dan Adaro MetCoal Companies (AMC).

Manajemen ADRO, dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa pagi ini (18/2/2020), mengungkapkan pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 272,09 million bank cubic meter(Mbcm), atau turun 1% year on year (yoy), sehingga nisbah kupas gabungan aktual tahun 2019 tercatat 4,69x.

10. Kembali ke Hakikat Bank Tabungan, BTN Targetkan Laba Rp 3 T
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimistis mencapai laba Rp 3 triliun sepanjang 2020, yang didukung fundamental yang kuat dan potensi bisnis yang besar. Bank BTN juga telah mencanangkan berbagai varian strategi terutama dengan peluang bisnis yang masih terbuka lebar.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury mengatakan pondasi bisnis perseroan masih kuat dan tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 17,32% pada Desember 2019 atau berada di atas ambang batas sebesar 14%. Selain itu, rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) Bank BTN juga masih kuat, LCR perseroan tercatat sebesar 136,31% di Desember 2019.

[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading