Debut Perdana, Saham Andalan Sakti Langsung Lompat 70%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 February 2020 09:30
Debut Perdana, Saham Andalan Sakti Langsung Lompat 70%

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bisnis properti, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), resmi menjadi pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menjadi perusahaan tercatat (emiten) ke-14 di tahun 2020 melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Perusahaan dengan kode saham ASPI ini, melepas sebanyak 330 juta saham baru ke publik setara 48% saham dengan harga penawaran Rp 105/saham.

Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraih dana Rp 34,65 miliar. Pada saat bersamaan, perusahaan juga menerbitkan Waran seri I sebanyak 110 juta dengan harga pelaksanaan Rp 130 yang diterbitkan sebagai pemanis (sweetener) bagi investor pembeli sahamnya.



Saat debut perdana melantai di bursa, saham ASPI terpantau menguat 69,52% ke level Rp 178 per saham atau naik 73 poin. Saham ASPI ditransaksikan sebanyak 3 kali dengan volume 1.500 saham.

Saat ini, nilai kapitalisasi pasar ASPI di BEI mencapai Rp 121,04 miliar. Dengan range harga Rp 50-Rp 200, maka gerak saham ASPI kena batas atas penolakan sistem atau auto reject atas (ARA) yakni 70% di hari pertama (35% untuk batasan auto reject di hari biasa).

Direktur Penilaian Perusahaa BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, ASPI menjadi perusahaan tercatat ke 680 di BEI.

Dia berpesan, agar perseroan merealisasikan rencana strategis dari dana yang telah dihimpun setelah IPO, selanjutnya dapat menjaga dan memenuhi kepentingan investor publik.



"IPO ini menandai adanya engagement [keterikatan] perusahaan dengan publik," kata Nyoman di BEI, Senin (17/2/2020).

Direktur Utama Andalan Sakti Primaindo, Suwandi Notopradono mengatakan, pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI.

"Mulai saat ini PT Andalan Sakti Primaindo Tbk resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan emiten ke- 14 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2020 ini," ujar Suwandi.

Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 85% akan digunakan untuk pinjaman kepada perusahaan anak sebagai penambahan modal kerja. Sisanya sekitar 15% akan digunakan perseroan untuk melunasi utang ke pemegang saham perusahaan.

Dalam aksi korporasi ini, emiten yang berdiri sejak tahun 2012 menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta 3 perusahaan penjamin emisi efek yaitu PT NH Korindo Sekuritas, PT Panca Global Sekuritas, dan PT Valbury Sekuritas Indonesia.

Suwandi Notopradono menambahkan, potensi bisnis perseroan di bidang Real Estat prospektif mengingat pertumbuhan kebutuhan rumah terus meningkat dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk yang meningkat secara signifikan tiap tahun.

Selain itu, harga rumah selalu mengalami kenaikan, selain itu memiliki rumah juga digunakan sebagai sarana investasi.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading